Emas Goyah di Dekat $4.000
Harga emas bergerak di sekitar $4.000 per ons pada Jumat, setelah sehari sebelumnya sempat melonjak 2,4%. Pasar masih menimbang gencatan dagang AS–Tiongkok yang belum menutup kekhawatiran persaingan jangka panjang. Emas menuju penurunan mingguan kedua dan sudah turun sekitar 9% dari rekor di atas $4.380 pada 20 Oktober, seiring berkurangnya harapan pemotongan suku bunga The Fed.
Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan suku bunga Desember “tidak terjamin” membuat dolar tetap kuat dan menekan emas. Outflow dari ETF berbasis emas juga mengurangi penopang reli, dengan kepemilikan turun beruntun selama hampir sepekan.
Sejumlah analis menilai kombinasi “hawkish cut” The Fed, jeda dagang AS–Tiongkok, dan arus keluar ETF memicu koreksi. Analis Westpac, Robert Rennie, bahkan menyebut emas bisa menguji area sekitar $3.750 jika tekanan berlanjut.
Meski terkoreksi, emas masih naik lebih dari 50% sejak awal tahun, ditopang permintaan lindung nilai dan pembelian bank sentral. Menurut World Gold Council, pembelian emas bank sentral pada Q3 naik 28% dibanding Q2. Menjelang siang di Singapura, spot gold terakhir di sekitar $3.996, sementara perak melemah tipis dan platinum serta paladium sedikit menguat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id