• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 October 2025 12:44  |

Emas Bangkit, Deal China Bikin Apa?

Harga emas naik lagi setelah sempat melemah empat sesi berturut-turut. Logam mulia ini sempat menguat hingga 1,3% mendekati $3.982 per ons, dipicu komentar Presiden AS Donald Trump usai pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Trump menyebut pertemuan itu “luar biasa” dan mengatakan tarif terkait fentanyl akan langsung dipotong setengah menjadi 10%, sementara Tiongkok siap melanjutkan impor kedelai dan menunda lisensi ekspor rare-earth selama satu tahun. Isu soal akses ke chip Blackwell milik Nvidia disebut tidak masuk pembahasan.

Kesepakatan ini diperkirakan meredakan ketegangan perdagangan beberapa bulan terakhir, meski belum menyentuh semua akar persaingan ekonomi AS–Tiongkok. Analis melihat ini sebagai upaya awal “reset” dengan membuka kembali sebagian kanal dagang untuk mengembalikan kepercayaan. Di sisi lain, emas masih mencerminkan ketidakpastian pasar membaca bias pelonggaran halus dari The Fed serta risiko geopolitik yang belum hilang.

Komentar pejabat The Fed juga ikut ditimbang pelaku pasar. Ketua Jerome Powell pada Rabu menurunkan peluang pemangkasan suku bunga Desember setelah bank sentral memangkas 25 bps sesuai perkiraan. Suara yang terbelah di internal The Fed—dengan dissent tiga pertemuan beruntun—membuat sinyal kebijakan ke depan makin samar, apalagi kekosongan data resmi akibat penghentian layanan pemerintah AS. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Secara teknikal, reli tajam pekan lalu yang sempat mencetak rekor di atas $4.380/ons diikuti koreksi cepat, menandakan kenaikan sebelumnya sudah “kepanasan”. Ditambah kabar kemajuan hubungan dagang AS–Tiongkok, daya tarik emas sebagai aset lindung sempat tergerus. Meski begitu, sepanjang tahun ini emas masih naik sekitar 50%, ditopang pembelian bank sentral dan minat pada “debasement trade” untuk menghindari risiko defisit anggaran.

Pada pukul 13.30 waktu Singapura, spot gold naik 0,5% ke $3.949,50 per ons, sementara Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%. Perak dan platinum relatif datar, sedangkan paladium menguat. Dana ETF berbasis emas tercatat mengalami arus keluar lima hari beruntun—terpanjang sejak Mei—yang sedikit mengurangi dukungan dari investor institusi dan ritel. Pelaku pasar kini menunggu rilis laporan permintaan kuartalan dari World Gold Council pada Kamis untuk petunjuk selera beli investor dan bank sentral ke depan.(asd)

Sumber: Bloomberg

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai