Emas Naik Hampir 2% Jelang Cut Rate, Konferensi Pers Powell
Harga emas menguat tajam pada perdagangan Rabu (29/10), naik hampir 2% setelah rebound dari level terendah tiga minggu yang tercapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini sebagian didorong oleh aksi short covering para trader menjelang keputusan penting Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga yang akan diumumkan malam ini.
Pada pukul 09.45 pagi waktu New York (13.45 GMT), emas spot tercatat naik 1,4% menjadi $4.007,47 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS (Desember) naik 1% ke $4.023,3 per ons.
Sementara menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus analis logam senior di Zaner Metals, “Sebagian posisi spekulatif jangka pendek kini ditutup menjelang keputusan The Fed. Pasar akan sangat mencermati pernyataan kebijakan serta tanggapan Ketua Powell terhadap pertanyaan media hari ini.”
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, merespons data inflasi September yang lebih lemah dari perkiraan dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, meski keterbatasan data ekonomi masih terjadi akibat penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan. Investor juga akan menunggu dengan seksama komentar Jerome Powell untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, umumnya berkinerja baik di tengah lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang dengan Korea Selatan dan menyatakan optimisme terhadap potensi kesepakatan serupa dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menjelang pertemuan keduanya pada Kamis. Jika kesepakatan dagang AS–Tiongkok benar-benar tercapai, hal ini bisa mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman dan menekan harga dalam jangka pendek.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 52%, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, serta pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia. Emas sempat mencatat rekor tertinggi $4.381,21 per ons pada 20 Oktober, namun telah turun sekitar 8,5% sejak saat itu, sebagian karena meredanya ketegangan perdagangan. Grant menilai, “Penurunan ini membuat target $5.000 per ons sebelum akhir tahun semakin kecil kemungkinannya, tetapi level tersebut masih mungkin tercapai pada kuartal pertama 2026.”
Untuk logam mulia lainnya, perak naik 2,3% menjadi $48,11 per ons, platinum menguat 1,5% ke $1.608,95, dan palladium meningkat 1,2% ke $1.409,75 per ons.(yds)
Sumber: Reuters.com