Beli Emas Sekarang atau Nunggu Turun Lagi?
Harga emas sempat bangkit lagi setelah jatuh di bawah $4.000 per ons pada Senin. Pada Selasa pagi di Asia, harga spot emas bergerak kembali di kisaran $4.000–$4.100 per ons setelah sempat anjlok lebih dari 3% sehari sebelumnya. Pemantulan ini terjadi setelah aksi jual besar yang dipicu kabar bahwa AS dan Tiongkok sudah mencapai sejumlah kesepakatan awal soal tarif dan kontrol ekspor, yang membuat minat aset aman seperti emas turun. Di saat yang sama, obligasi AS (Treasuries) ikut melemah sehingga imbal hasil naik, dan itu menekan emas karena emas tidak memberi bunga.
Walau sempat jatuh dari level tertinggi di atas $4.380 per ons minggu lalu, harga emas sebenarnya masih naik lebih dari 50% sejak awal tahun. Alasannya: bank sentral dunia masih beli emas, dan banyak investor lari dari obligasi dan mata uang karena takut utang pemerintah yang makin besar. Tapi kenaikan emas dari sekitar $3.800 ke atas $4.300 dalam waktu singkat dianggap terlalu cepat, jadi banyak yang ambil untung. Karena itu, beberapa analis menyarankan strategi yang lebih santai: tunggu harga emas turun dulu, lalu beli saat mulai mantul lagi, daripada nebak-nebak titik paling bawah sekarang.
Tekanan turun emas juga lagi jadi bahan omongan di konferensi tahunan industri emas global (LBMA) di Kyoto. Pelaku pasar profesional menilai, permintaan bank sentral memang masih ada tapi tidak seagresif puncaknya, jadi koreksi yang dalam justru bisa “menyehatkan” pasar. Dari sisi outlook, analis Citigroup menilai arah jangka dekat masih cenderung turun: mereka memperkirakan harga emas bisa tergelincir ke sekitar $3.800 per ons dalam tiga bulan ke depan. Artinya, sentimen jangka pendek belum sepenuhnya bullish, walau cerita jangka panjang soal lindung nilai inflasi dan utang tetap hidup.
Faktor besar berikutnya adalah The Fed. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga lagi sebesar 25 basis poin pada akhir rapat dua harinya Rabu, yang akan jadi penurunan kedua berturut-turut. Pasar hampir yakin langkah ini jadi, dan mereka akan menguping nada Ketua Fed Jerome Powell: makin dovish = potensi dolar melemah = dukungan baru buat emas. Di luar itu, ada faktor politik moneter jangka menengah: pemerintahan Trump sudah mulai mempersiapkan pengganti Jerome Powell, dan shortlist calon ketua The Fed berikutnya disebut berisi lima nama — Christopher Waller, Michelle Bowman, Kevin Warsh, Kevin Hassett, dan Rick Rieder. Siapa pun yang terpilih bakal sangat berpengaruh terhadap arah suku bunga, dolar AS, dan otomatis harga emas ke depan. (asd)
Source: Newsmaker.id