Emas Kehabisan Tenaga, CPI Jadi Penentu
Harga emas melemah di awal sesi Eropa. Dolar AS kembali diminati, sementara sebagian pelaku pasar memilih ambil untung setelah gejolak tajam sebelumnya. Emas sempat bergerak di bawah area 4.150 per troy ounce dan pasar cenderung hati-hati menunggu data besar malam ini.
Faktor penekan lain datang dari sisi permintaan fisik. Usai festival Diwali di India konsumen emas terbesar kedua minat beli bisa menurun sehingga ruang kenaikan harga jadi sempit. Banyak trader merapikan posisi, mengurangi risiko, dan menunggu arah baru dari data inflasi AS.
Sorotan utama hari ini adalah rilis CPI AS untuk September. Perkiraan ekonom: inflasi umum sekitar 0,4% bulanan (sekitar 3,1% tahunan) dan inflasi inti 0,3% bulanan (sekitar 3,1% tahunan). Jika hasilnya di atas perkiraan, dolar biasanya menguat dan emas tertekan; jika lebih jinak, dolar bisa melemah dan emas berpeluang memantul.
Meski begitu, ada penopang di sisi sentimen. Shutdown pemerintah AS yang berkepanjangan dan tensi dagang global bisa menjaga minat aset aman. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed ke depan juga mengurangi “biaya peluang” memegang emas. Dengan kata lain, arah jangka pendek ditentukan CPI, tapi fondasi dukungan emas belum hilang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id