Emas Rekor Lagi! 5K di Depan Mata?
Emas menembus rekor baru di sekitar $3.604/oz pada Senin memasuki sesi Eropa, terdorong laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data itu memicu lonjakan taruhan pemangkasan suku bunga The Fed—hampir tiga kali tahun ini—sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberi imbal hasil.
Namun optimisme pasar segera diuji: revisi data ketenagakerjaan AS pada Selasa, lalu inflasi produsen dan konsumen pada Rabu–Kamis, serta lelang surat utang tenor 3, 10, dan 30 tahun. Hasil-hasil ini bisa menentukan arah imbal hasil Treasury, dolar, dan kelanjutan reli emas.
Di latar besar, permintaan aset lindung nilai tetap kuat seiring risiko geopolitik dan ekonomi. Tekanan politik terbaru ke independensi The Fed—termasuk isu hukum soal Gubernur Lisa Cook—menambah ketidakpastian; Goldman Sachs menilai emas berpotensi mendekati $5.000 jika independensi The Fed terganggu dan aliran dana bergeser dari Treasury ke emas. AS juga resmi mengecualikan batang emas dari tarif berbasis negara, meredakan kebingungan pasar.
Dari sisi fundamental fisik, bank sentral Tiongkok menambah cadangan emas untuk bulan ke-10 berturut-turut pada Agustus. Pada pukul 15:13 waktu Singapura, spot gold naik 0,5% ke $3.604,70; indeks dolar melemah tipis. Perak stabil, sementara palladium dan platinum juga menguat.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id