Peluang & Ancaman di Balik Rally Emas: Breakout US$3.580 atau Balik Arah?
Harga emas dunia kembali menjadi sorotan pagi (5/9) ini, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan proyeksi agresif dari para analis. Goldman Sachs memperkirakan harga emas bisa melesat hingga US$5.000 per ons troy dalam beberapa tahun ke depan jika pasar kehilangan kepercayaan terhadap independensi Federal Reserve (The Fed).
Prediksi tersebut muncul setelah meningkatnya intervensi politik terhadap bank sentral AS, khususnya dari mantan Presiden Donald Trump yang digadang-gadang akan kembali bertarung dalam Pilpres 2026. Menurut Goldman Sachs, jika kepercayaan terhadap kebijakan moneter independen terus terkikis, investor akan mencari aset lindung nilai seperti emas secara masif
Sementara itu, data ekonomi terbaru dari AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan di sektor tenaga kerja, serta meningkatnya klaim pengangguran. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat, suatu kondisi yang umumnya mendukung kenaikan harga emas
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Citi dan HSBC. Citi memprediksi bahwa harga emas bisa tergelincir di bawah US$3.000 pada akhir 2025 jika permintaan investasi melemah dan optimisme terhadap pertumbuhan global meningkat. HSBC bahkan menyatakan bahwa momentum kenaikan emas mulai melemah, dan koreksi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dari sisi teknikal, harga emas (XAU/USD) pagi ini diperdagangkan di kisaran US$3.550 per ons troy. Beberapa indikator teknikal menunjukkan kondisi pasar yang jenuh beli (overbought),
Analis merekomendasikan investor untuk tetap waspada menghadapi volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls/NFP) yang dijadwalkan dalam beberapa jam ke depan. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan harga emas selanjutnya.
Dengan latar belakang ketegangan geopolitik, kekhawatiran terhadap The Fed, dan tekanan teknikal yang meningkat, emas tengah berada dalam titik krusial. Peluang menuju US$3.650–3.700 tetap terbuka jika sentimen dovish mendominasi. Namun, investor harus siap menghadapi potensi koreksi tajam apabila ekspektasi tersebut tidak terwujud.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id