Emas Terkoreksi, Fokus ke Data Tenaga Kerja AS
Harga emas sedikit melemah pada Kamis(4/9) akibat aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Emas spot turun 0,3% ke $3.546,73 per ons pada pukul 01:53 GMT, sementara emas berjangka Desember merosot 0,8% ke $3.605,60. Meski terkoreksi, analis menilai emas masih berada di jalur bullish karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kekhawatiran soal independensi bank sentral terus menjaga minat beli aset safe haven.
Menurut Brian Lan, MD GoldSilver Central, aksi ambil untung ini wajar, tapi arah emas tetap positif. Ia bahkan menyebut harga bisa menembus $3.800 dalam waktu dekat. Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan lowongan kerja turun lebih dari perkiraan menjadi 7,181 juta di Juli, menambah keyakinan bahwa kondisi pasar kerja melemah. Gubernur Fed Christopher Waller juga menegaskan sebaiknya suku bunga diturunkan pada pertemuan berikutnya. Saat ini, trader menilai peluang 97% Fed akan memangkas bunga 25 bps di 17 September.
Fokus pasar kini tertuju pada laporan non-farm payrolls (NFP) yang dirilis Jumat. Reuters memperkirakan penambahan 78.000 pekerjaan di Agustus, sedikit lebih tinggi dari 73.000 di Juli. Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali memicu ketidakpastian global dengan menyebut AS mungkin harus membatalkan beberapa kesepakatan dagang jika kalah dalam kasus tarif di Mahkamah Agung. Dari sisi logam lain, perak turun 0,8% ke $40,87 per ons setelah sehari sebelumnya sentuh level tertinggi sejak 2011, sedangkan platinum dan paladium masing-masing terkoreksi 0,5% dan 1%. (az)
Sumber: Reuters