Emas Catat Rekor Lagi, Pasar Kerja AS Melemah & Fed Siap Turunin Bunga
Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, didorong makin jelasnya pelemahan pasar kerja AS dan ekspektasi kuat The Fed bakal nurunin suku bunga. Rally emas makin kenceng setelah data lowongan kerja (JOLTS) yang kurang dari perkiraan, bikin kekhawatiran soal kondisi tenaga kerja AS makin gede.
Pasar Kerja Mendingin
Survei JOLTS terbaru nunjukin lowongan kerja anjlok tajam, bahkan untuk pertama kalinya dalam 4 tahun jumlah lowongan lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Ini sinyal serius kalau pasar kerja yang tadinya super ketat sekarang mulai mendingin. Sebelumnya, laporan Juli juga udah bikin shock karena pertumbuhan tenaga kerja sangat lemah sampai Trump pecat kepala Biro Statistik Tenaga Kerja, klaim datanya “nggak valid.” Data terbaru ini nunjukin kelemahan itu bukan kejadian sekali doang, tapi bagian dari tren pelemahan yang lebih besar.
Efek ke Fed & Emas
Dengan data kerja yang makin lemah, pelaku pasar sekarang udah hampir 100% yakin Fed bakal potong bunga 25 bps di rapat September. Ekspektasi ini jadi angin segar buat emas, soalnya bunga rendah bikin biaya “megang emas” lebih murah. Investor juga lagi fokus ke data tenaga kerja lain kayak jobless claims mingguan, laporan ADP, dan payrolls Jumat nanti, tapi kecil kemungkinan ada kejutan besar yang bisa ubah arah pasar.
Politik Ikut Panasin Safe Haven
Selain faktor ekonomi, ketidakpastian politik juga bikin emas makin dilirik. Isu independensi The Fed, plus drama kebijakan dagang AS, bikin emas makin seksi sebagai aset safe haven. Harga emas Desember terakhir diperdagangkan di $3.619,50 per ons (+0,56%), cetak rekor baru lagi minggu ini. Kombinasi pasar kerja lemah, hampir pasti rate cut, dan politik yang nggak menentu bikin logam mulia ini jadi pilihan favorit investor.(yds)
Sumber: Kitco Metals