Emas Dekat Rekor, Bakal Tembus Lagi atau Koreksi?
Harga emas (XAU/USD) masih bergerak mendatar di sesi Eropa Rabu ini, tetap dekat level tertinggi sepanjang masa. Ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga bulan ini menahan penguatan Dolar AS, sehingga menjadi pendorong utama bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Ketidakpastian perdagangan global juga ikut memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Meski begitu, kenaikan emas masih terbatas. Kondisi pasar yang sudah sangat jenuh beli membuat pelaku pasar enggan menambah posisi beli baru. Banyak trader memilih bersikap hati-hati, menunggu rilis data ketenagakerjaan AS Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat mendatang yang diyakini akan memberikan arah lebih jelas terkait kebijakan suku bunga The Fed.
Selain NFP, pasar juga menyoroti data JOLTS Job Openings yang akan dirilis lebih awal. Data ini berpotensi memberi sinyal tambahan tentang kondisi tenaga kerja AS dan bisa memicu pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Namun, arah besar pergerakan masih akan bergantung pada hasil NFP.
Dengan posisi emas yang tetap dekat rekor tertinggi, para analis menilai logam mulia ini masih punya peluang lanjut menguat jika data AS mempertegas langkah The Fed untuk memangkas suku bunga. Sebaliknya, jika data justru mengejutkan dengan hasil lebih kuat, emas bisa menghadapi koreksi sementara.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id