Emas Capai Tertinggi Lima Pekan Ditengah Pelemahan Dolar
Harga emas menyentuh level tertinggi lima pekan pada Kamis (28/8), yang didukung oleh pelemahan dolar dan permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran yang berlanjut atas independensi Federal Reserve.
Harga spot emas naik 0,4% ke $3,410.82 per ons pada 10:12 waktu setempat (14:12 GMT), level tertinggi sejak 23 Juli.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember menguat 0,6% ke $3,468.30.
Dolar melemah 0,4%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.
Sementara kata Tai Wong, yang merupakan pedagang logam independen “Emas telah naik diam-diam namun stabil selama lebih dari seminggu sebagian karena meningkatnya kekhawatiran tentang independensi The Fed. Tekanan Trump… memicu kegelisahan bahwa FOMC bisa memangkas suku bunga lebih cepat dan menahannya lebih rendah untuk lebih lama, yang bagus untuk emas,”.
Pasar saat ini memperkirakan peluang lebih dari 87% terjadinya pemangkasan seperempat poin pada pertemuan The Fed bulan September, menurut alat CME FedWatch.
Investor kini menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, ukuran inflasi kunci bagi bank sentral AS.
Sementara Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengajukan gugatan yang menyatakan Trump tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikannya dari jabatan, membuka pertarungan hukum yang dapat mengubah norma lama mengenai independensi bank sentral AS.
Di sisi data jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun pekan lalu, tetapi perekrutan yang lesu bisa mendorong tingkat pengangguran naik ke 4,3% pada Agustus.
Di tempat lain, spot silver naik 1% ke $38.97 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 25 Juli pada awal hari ini.
“Perak mencatat kuartal yang bagus, tetapi momentumnya melemah pada Agustus dan kini menunggu pemicu. Ada yang berpikir perak akan melesat seperti antilope di atas $40. Itu mungkin berbarengan dengan emas mencetak rekor baru,” kata Wong.(yds)
Sumber: Reuters