Emas Stabil, Tahan Kenaikan Tajam Usai Data Ketenagakerjaan AS Melemah
Harga emas diperdagangkan stabil pada Senin (4/8), yang menahan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve setelah data tenaga kerja AS yang lemah.
Per pukul 05:00 waktu setempat (09:00 GMT), harga emas spot turun tipis 0,1% menjadi $3.358,72 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember naik 0,4% ke $3.412,55 per ons.
Harga Emas Naik Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Harga emas melonjak lebih dari 2% pada hari Jumat, mencatatkan kenaikan mingguan setelah dua pekan berturut-turut mengalami penurunan.
Data Jumat lalu menunjukkan pertambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) di AS hanya sebesar 73.000 pada Juli, jauh di bawah perkiraan. Angka bulan Mei dan Juni juga direvisi turun. Tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2%, memicu kekhawatiran melambatnya pasar tenaga kerja.
Situasi ini mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan September naik tajam, dan kini pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan tersebut mencapai sekitar 90%. Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih kecil, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor.
Kekhawatiran Tarif Trump Dukung Permintaan Emas Sebagai Aset Aman
Investor juga memburu aset safe haven setelah Presiden Trump melanjutkan kebijakan tarif besar-besaran atas impor dari beberapa negara seperti Kanada, Brasil, India, dan Taiwan.
Kebijakan tarif ini meningkatkan kekhawatiran inflasi dan berpotensi mengganggu arus perdagangan global, yang pada gilirannya mendukung permintaan emas.
Daya tarik emas tetap kuat dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian kebijakan.
Logam Lain Juga Menguat, Tembaga AS Masih Tertekan
Kontrak berjangka platinum naik 1% menjadi $1.329,50 per ons, sementara perak naik 1,3% ke $37,417 per ons.
Kontrak tembaga acuan di London Metal Exchange menguat 0,9% ke $9.726,10 per ton, sedangkan kontrak tembaga AS naik 0,8% menjadi $4,4695 per pon.
Namun, harga tembaga AS anjlok 20% minggu lalu setelah Trump mengecualikan logam tembaga olahan dari rencana tarif impor sebesar 50%.
“Runtuhnya strategi arbitrase telah menyebabkan penumpukan besar stok tembaga di AS,” kata analis ING dalam sebuah catatan. “Persediaan tembaga di gudang Comex kini berada di level tertinggi dalam 21 tahun. Persediaan itu kemungkinan akan diekspor kembali.”
“Hal ini bisa menjadi sentimen negatif bagi harga LME jika lebih banyak tembaga mulai masuk ke gudang LME,” tambah mereka.(yds)
Sumber: Investing.com