Emas Terbang, The Fed Dipaksa Turun Tangan
Harga emas melonjak hampir 2% pada Jumat malam, menembus level $3.350 per ons. Kenaikan ini dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi, sehingga memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan September. Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga mencapai 75%, naik drastis dari 45% sebelum data dirilis.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan hanya ada penambahan 73.000 pekerjaan pada bulan Juli, jauh di bawah proyeksi analis sebesar 100.000. Selain itu, data ketenagakerjaan untuk Mei dan Juni juga direvisi turun secara signifikan. Angka ini mempertegas bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Kenaikan harga emas terjadi meskipun sehari sebelumnya dirilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) yang menunjukkan tekanan harga masih tinggi. Kondisi ini menciptakan dilema bagi The Fed: di satu sisi inflasi masih kuat, namun di sisi lain pasar tenaga kerja melemah. Kombinasi inilah yang membuat pasar makin yakin akan adanya pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali rencana tarif global dasar sebesar 10% dan menambahkan tarif hingga 41% untuk negara-negara yang belum memiliki kesepakatan dagang dengan AS. Ia juga mengumumkan tarif khusus sebesar 40% untuk barang yang diduga dialihkan melalui negara ketiga sebagai upaya menghindari tarif yang sudah ada. Kebijakan ini menambah ketidakpastian global, mendorong investor semakin memburu aset safe haven seperti emas.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id