Safe Haven Menguat! Emas Dekati Rekor di Tengah Tekanan Makro Global
Emas naik ke level tertinggi dalam lima minggu pada Selasa pagi (22/7) sesi AS karena berupaya menguji rekor tertinggi akibat melemahnya dolar dan menurunnya imbal hasil obligasi pemerintah.
Emas untuk pengiriman Agustus terakhir tercatat naik US$17,40 menjadi US$3.423,80 per ons, tertinggi sejak rekor tertinggi logam mulia tersebut di US$3.452,80 yang dicapai pada 13 Juni.
Harga logam mulia ini didukung oleh melemahnya dolar dan permintaan yang kuat dari bank sentral dan pembeli aset safe haven karena ancaman tarif AS kemungkinan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, sementara kekerasan di Timur Tengah terus berlanjut.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif kepada sebagian besar mitra dagang negara tersebut jika mereka tidak mencapai kesepakatan dagang paling lambat 1 Agustus, termasuk janji pengenaan tarif sebesar 30% atas impor dari Uni Eropa. Laporan menyebutkan bahwa blok tersebut berencana mengambil langkah balasan jika AS mengenakan pajak penjualan, yang akan memperlambat perdagangan trans-Atlantik.
Dolar sedikit melemah di awal perdagangan, dengan indeks dolar ICE terakhir tercatat 0,05 poin menjadi 97,80 poin. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga lebih rendah, dengan obligasi dua tahun AS terakhir tercatat 3,85%, turun 2,6 basis poin, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun 1,6 poin menjadi 4,368%. (Arl)
Sumber: MT Newswires