Emas Turun Pasca NFP yang Kuat, Namun Siap Untuk Kenaikan Mingguan
Harga emas memperpanjang penurunanya untuk hari kedua secara beruntun pada hari Jumat (6/6) tetapi bersiap untuk mengakhiri pekan ini dengan gain lebih dari 1,30% pasca laporan Nonfarm Payrolls terbaru di Amerika Serikat (AS) yang solid, sehingga menekan para pedagang untuk memangkas spekulasinya bahwa Federal Reserve (Fed) akan melonggarkan kebijakan moneter. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $3.316, turun 0,84%.
Sementara Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja tetap tangguh karena angka Tingkat Pengangguran tetap tidak berubah dibandingkan dengan April. Selain itu, Wall Street memulihkan sebagian kerugiannya pada hari Kamis di tengah perseteruan yang sedang berlangsung antara Presiden AS Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk, didorong oleh persetujuan DPR atas peningkatan plafom utang AS.
Harga emas batangan tertekan karena dolar menunjukkan tanda-tanda penguatan, yang naik 0,49% seperti yang digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY). Langkah tersebut didukung oleh investor yang menyesuaikan estimasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga Fed dan imbal hasil obligasi Treasury AS yang lebih tinggi.
Meskipun Emas mengalami tekanan, meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina serta konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas masih dapat mendorong harga naik.
Minggu depan, agenda ekonomi AS akan absen dari pembicara Fed karena mereka memasuki periode blackout menjelang pertemuan 17-18 Juni. Para pelaku pasar akan mengamati angka Indeks Harga Konsumen (IHK), diikuti oleh Indeks Harga Produsen (PPI) dan Sentimen Konsumen Universitas Michigan.(yds)
Sumber: FXstreet