Emas Menuju Pelemahan Mingguan
Harga emas melemah pada perdagangan Jumat (10/7) dan berpotensi mencatat penurunan mingguan. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi dan arah suku bunga The Federal Reserve.
Harga emas spot turun 0,6% ke level US$4.101,11 per ons, sementara emas berjangka melemah 0,8% ke US$4.108,90 per ons pada pukul 08.46 GMT. Sepanjang pekan ini, emas spot tercatat turun sekitar 1,8%, menandakan tekanan jual masih membayangi pasar logam mulia.
Pelemahan emas terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan memerintahkan serangan tambahan, yang kemudian memicu respons balasan dari Teheran. Meski terdapat laporan bahwa mediator regional berupaya menyelamatkan memorandum of understanding antara AS dan Iran, prospek perdamaian di Timur Tengah masih belum pasti.
Lonjakan harga minyak akibat ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi berbasis energi dapat kembali menguat. Kondisi ini berpotensi mendorong The Fed mempertahankan sikap lebih hawkish. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Selain emas, perak dan platinum juga bergerak melemah sepanjang pekan, dengan perak turun lebih dari 4% dan platinum terkoreksi sekitar 0,3%.
Dampaknya ke Market:
Untuk emas, tekanan utama masih datang dari ekspektasi suku bunga tinggi. Selama pasar melihat The Fed berpotensi tetap hawkish karena inflasi energi, ruang penguatan emas bisa terbatas meski ada ketegangan geopolitik.
Untuk dolar AS, sentimen ini cenderung positif. Jika risiko inflasi meningkat dan pasar kembali memperkirakan kenaikan suku bunga, dolar berpotensi bertahan kuat, sehingga makin menekan harga emas.
Untuk minyak, konflik AS-Iran tetap menjadi katalis utama. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak bisa kembali naik karena pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Untuk investor, emas masih belum sepenuhnya berfungsi sebagai safe haven utama dalam situasi ini. Pasar lebih fokus pada dampak konflik terhadap minyak, inflasi, dan suku bunga dibandingkan sekadar mencari perlindungan dari risiko geopolitik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id