• Sat, Jul 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 July 2026 03:53  |

Dolar Stabil, Yen Menguat di Tengah Ketidakpastian Inflasi dan Hormuz

Dolar AS bergerak dalam kisaran sempit pada hari Jumat(10/7), dengan kenaikan mingguan tipis, karena pelaku pasar menilai dinamika inflasi yang berubah dan dampaknya terhadap prospek kebijakan moneter, terutama di tengah kebangkitan kembali harga minyak. Indeks dolar AS (DXY) tercatat naik 0,1% menjadi 100,96 pada pukul 16:35 ET, menandai kenaikan mingguan yang moderat.

Yen Jepang menguat setelah laporan bahwa Tokyo mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan untuk mendorong Dana Investasi Pensiun Pemerintah (GPIF) mengalokasikan lebih banyak aset ke pasar domestik. Dengan total aset sekitar 293,6 triliun yen (US$1,81 triliun), keputusan ini dapat menciptakan permintaan struktural yang signifikan bagi yen, sekaligus menekan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun sebesar 3,4%.

Dinamika dolar AS minggu ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Eskalasi terbaru, termasuk serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, mendorong spekulasi mengenai inflasi dan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. Risalah Federal Reserve pada 16-17 Juni menunjukkan perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan terkait suku bunga, di samping kekhawatiran inflasi dari konflik Timur Tengah dan permintaan sektor teknologi.

Pasar kini menunggu indikator inflasi utama AS, dengan laporan CPI untuk Juni dijadwalkan rilis Selasa dan PPI pada Rabu. Data Mei menunjukkan tekanan harga tahunan tertinggi sejak April 2023, sebagian akibat lonjakan harga minyak. Namun harga minyak telah kembali mendekati level sebelum konflik, sehingga analis memperkirakan puncak inflasi kemungkinan terjadi pada Mei.

Para analis mencatat bahwa prospek kebijakan The Fed akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi mendatang. Sementara itu, mediator dari Oman dan Pakistan mendorong kedua pihak, AS dan Iran, untuk mempertahankan dialog, menahan eskalasi, dan mencegah kembalinya pertempuran skala penuh. Kondisi ini menciptakan lingkungan pasar yang berhati-hati dengan fluktuasi terbatas untuk dolar dan aset safe-haven lain.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai