Emas Kembali Naik di Atas US$4.000
Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Kamis setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai dengan ekspektasi pasar. Kenaikan ini membawa emas kembali bergerak di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat tertekan cukup dalam akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan ketat Federal Reserve.
Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.014,60 per troy ounce pada pukul 09.00 ET atau 13.00 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat menguat 0,9% ke level US$4.095,22. Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan sementara setelah emas sempat jatuh di bawah level US$4.000 pada Rabu, untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Sentimen positif datang dari data inflasi pilihan The Fed, yaitu indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures. PCE inti naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan pada Mei, sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, PCE utama naik 0,4% secara bulanan dan 4,1% secara tahunan, sedikit lebih rendah dari ekspektasi bulanan sebesar 0,5%.
Pelemahan dolar AS juga ikut membantu pergerakan emas. Ketika dolar melemah, emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Namun, ruang kenaikan emas masih dibatasi oleh ekspektasi suku bunga tinggi, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Sebelumnya, emas berada dalam tekanan besar karena pasar mulai mengalihkan fokus dari permintaan aset aman menuju risiko suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat. Analis ING menilai pelemahan emas menunjukkan bahwa investor kini lebih memperhatikan arah kebijakan The Fed dibandingkan faktor perlindungan nilai atau safe haven.
Selain faktor suku bunga, meredanya ketegangan geopolitik juga mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman. Kemajuan dalam upaya perdamaian Amerika Serikat dan Iran, serta penurunan harga minyak, membuat premi risiko yang sempat menopang emas mulai berkurang. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi pada logam mulia.
Di pasar logam lainnya, harga perak naik tipis 0,1% menjadi US$57,50 per troy ounce setelah sebelumnya turun lebih dari 6%. Harga platinum melemah 0,3% menjadi US$1.581,60 per troy ounce, setelah merosot 4,5% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange naik 1,7% menjadi US$13.255,95 per ton, dan kontrak berjangka tembaga Amerika Serikat menguat 1,6% ke level US$6,04 per pon.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id