Emas Bertahan di Dekat US$4.000
Harga emas bergerak stabil di dekat level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Kamis (25/06), setelah sehari sebelumnya sempat jatuh menembus level psikologis tersebut. Spot gold berada di sekitar US$4.000,13 per ounce pada awal perdagangan Asia, setelah anjlok hampir 3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan besar ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap emas masih kuat, terutama dari penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Dolar AS kembali menjadi faktor utama yang membebani emas. Indeks dolar menguat sekitar 0,8% sepanjang pekan ini, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Ketika dolar menguat, permintaan global terhadap emas biasanya ikut melemah karena biaya pembelian menjadi lebih tinggi bagi investor non-AS.
Tekanan juga datang dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed memberi sinyal dukungan yang semakin besar terhadap kenaikan suku bunga, sementara Ketua baru The Fed Kevin Warsh tampil hawkish dalam rapat kebijakan pertamanya pekan lalu. Kebijakan moneter yang lebih ketat membuat emas kurang menarik karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.
Penurunan terbaru ini menandai berakhirnya reli panjang emas yang berlangsung selama tiga tahun terakhir. Sebelumnya, emas mencatat kenaikan dua digit setiap tahun dan sempat menembus rekor tertinggi di dekat US$5.600 per ounce pada akhir Januari. Namun, sejak saat itu harga mulai kehilangan tenaga dan pada Juni telah turun lebih dari 20% dari puncaknya, level yang secara umum sering dianggap sebagai awal fase bearish.
Beberapa bank besar juga mulai memangkas proyeksi harga emas. Goldman Sachs menurunkan target akhir tahun menjadi US$4.900 per ounce, sementara Deutsche Bank memangkas proyeksi kuartal IV sebesar 17%. Meski begitu, permintaan bank sentral masih menjadi salah satu penopang penting bagi emas. Ke depan, pasar akan mencermati apakah emas mampu bertahan di area US$4.000 atau kembali tertekan jika dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menguat.(asd)*
Sumber: Newsmsker.id