Emas Menguat, Harapan Damai Timur Tengah Tekan Dolar dan Minyak
Harga emas menguat pada perdagangan Kamis (4/5), didorong oleh meningkatnya harapan terhadap upaya perdamaian di Timur Tengah yang membuat dolar AS dan harga minyak bergerak lebih rendah. Spot gold naik sekitar 0,7% ke area US$4.464 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS juga ikut menguat ke sekitar US$4.491 per troy ounce.
Kenaikan emas terjadi setelah pasar melihat adanya peluang penurunan risiko geopolitik, terutama setelah Israel dan Lebanon menyepakati implementasi gencatan senjata. Kondisi ini ikut menekan harga minyak, sehingga kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi mulai mereda. Bagi emas, turunnya tekanan inflasi dan melemahnya dolar menjadi kombinasi yang cukup positif karena membuat logam mulia lebih menarik bagi investor global.
Meski begitu, penguatan emas masih belum sepenuhnya solid. Pasar masih mencermati arah konflik AS–Iran, kondisi Selat Hormuz, serta sinyal kebijakan moneter The Fed. Jika harga minyak kembali melonjak akibat gangguan pasokan, inflasi bisa naik lagi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut dapat kembali menekan emas melalui penguatan dolar AS dan yield obligasi.
Untuk jangka pendek, emas masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas. Area support penting berada di sekitar US$4.425, sementara resistance terdekat berada di area US$4.500 hingga US$4.560. Jika emas mampu bertahan di atas support dan dolar terus melemah, peluang rebound lanjutan masih terbuka. Namun jika data ekonomi AS, terutama Nonfarm Payrolls, keluar lebih kuat dari ekspektasi, emas berisiko kembali terkoreksi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id