Risk-Off Balik: Dolar Sentuh Tertinggi Sepekan
Indeks dolar menguat pada hari Selasa (21/4) bersama kenaikan harga minyak menjelang tenggat berakhirnya gencatan senjata AS–Iran, ketika pasar kembali memasang skenario re-eskalasi setelah belum ada kepastian kelanjutan pembicaraan. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,5% ke level tertinggi lebih dari sepekan, di tengah laporan perjalanan JD Vance ke Islamabad tertahan karena Iran belum merespons syarat AS. Di pasar utama, USD/JPY naik 0,4% ke 159,50, sementara EUR/USD turun 0,4% ke 1,1741 dan GBP/USD melemah 0,3% ke 1,3498.
Penguatan dolar juga ditopang data AS yang solid. Retail sales Maret melonjak 1,7% (terbesar dalam setahun) setelah Februari direvisi 0,7%, sementara estimasi awal ADP/Stanford menunjukkan rata-rata kenaikan payroll swasta sekitar 54.750 per pekan dalam periode empat pekan hingga 4 April. Kombinasi data ini memperkuat narasi ketahanan ekonomi AS dan memberi bantalan pada dolar saat risiko geopolitik kembali naik.
Di luar AS, sinyal kebijakan moneter menambah dinamika FX. Bank of Japan disebut condong menahan suku bunga pekan depan karena ketidakpastian perang Iran, sementara di Selandia Baru inflasi bertahan di atas target RBNZ dan pasar menaikkan taruhan kenaikan suku bunga Juli menjelang dampak lanjutan lonjakan harga bahan bakar. Di Eropa, sentimen investor Jerman turun ke level terendah lebih dari tiga tahun, menekan euro, sementara isu politik domestik Inggris kembali membebani sterling.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id