Warsh Dorong Kerangka Inflasi Baru, Tegaskan Independensi The Fed
Kevin Warsh, kandidat Presiden AS Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve, mengatakan bank sentral membutuhkan kerangka baru untuk menghadapi inflasi yang persisten, tanpa merinci seperti apa bentuknya maupun implikasinya terhadap suku bunga.
Dalam kesaksian awalnya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4), Warsh menyalahkan The Fed karena membiarkan inflasi melonjak pascapandemi Covid-19. Ia menilai meski laju inflasi kini lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu, tekanan harga masih dirasakan rumah tangga AS dan memerlukan “perubahan rezim” dalam cara kebijakan dijalankan, termasuk “kerangka inflasi yang baru”.
Warsh tidak memberikan sinyal kebijakan suku bunga. Ini muncul di tengah tekanan politik dari Trump, yang sejak terpilih kembali terus mendorong penurunan suku bunga dan menyatakan akan kecewa jika Warsh tidak memangkas suku bunga segera setelah menjabat. Menjawab pertanyaan senator Jack Reed terkait tekanan tersebut, Warsh mengatakan presiden cenderung mendukung pemangkasan suku bunga, namun independensi merupakan keputusan The Fed, dan pimpinan bank sentral harus menentukan apa yang benar secara kebijakan.
Dalam sesi yang sama, Warsh juga menolak menjawab langsung pertanyaan Senator Elizabeth Warren tentang hasil pemilu 2020, dengan menyebut Kongres telah mengesahkan Joe Biden sebagai presiden. Ia menambahkan akan menjual aset yang belum diungkap sebelum dilantik sebagai ketua The Fed. Dalam dokumen pengungkapan, Warsh dan istrinya Jane Lauder melaporkan aset sedikitnya US$192 juta, dengan total kekayaan yang diperkirakan lebih besar dan menempatkannya di antara pejabat The Fed terkaya dalam sejarah bank sentral.
Bagi pasar, pesan kunci dari sidang ini adalah kombinasi antara seruan “kerangka inflasi baru” dan penegasan independensi, namun tanpa panduan konkret tentang arah suku bunga. Fokus berikutnya akan tertuju pada perkembangan proses konfirmasi, detail yang mungkin muncul soal desain kerangka inflasi, dan bagaimana Warsh menyeimbangkan tuntutan politik dengan mandat stabilitas harga. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id