Emas, Perak Turun, Pasar Ragu Rencananya Trump Keluar dari Perang Iran
Harga emas dan perak berbalik melemah, seiring tekanan jual juga terjadi pada logam industri dan saham setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump memupus harapan investor terhadap kejelasan jadwal berakhirnya perang. Harga emas spot turun sekitar 3% ke kisaran US$4.670 per troy ounce, sementara perak spot turun lebih dari 5%.
Pelemahan pada Kamis dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akan mendorong inflasi kembali naik, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan sikap lebih ketat. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas biasanya kurang menarik karena tidak menghasilkan imbal hasil, berbeda dengan aset berbunga.
Sejak perang dimulai, emas telah turun sekitar 11% dari level tertinggi historisnya, mencerminkan perubahan persepsi pasar dari “lindung nilai” ke “aset yang rentan dilikuidasi” saat volatilitas meningkat. Koreksi pada Kamis juga dinilai dipicu aksi ambil untung menjelang libur panjang Paskah, ketika sebagian pelaku pasar memilih mengurangi eksposur risiko.
Penyebab
Trump tidak memberikan timeline yang jelas untuk mengakhiri perang, sehingga ekspektasi de-eskalasi melemah.
Harga minyak yang kembali tinggi meningkatkan risiko inflasi, memperkuat narasi bank sentral lebih hawkish.
Menjelang libur panjang Paskah, investor cenderung mengurangi posisi dan mengamankan profit (risk reduction).
Akibat
Emas dan perak terkoreksi tajam (emas -3%, perak -5%+), sejalan dengan pelemahan aset berisiko dan logam industri.
Ekspektasi suku bunga yang lebih ketat menekan daya tarik emas karena biaya peluang memegang aset tanpa yield meningkat.
Volatilitas pasar berpotensi bertahan tinggi karena arah konflik dan jalur energi (termasuk risiko minyak) tetap menjadi penggerak utama sentimen.(yds)
Sumber: Newsmaker.id