Emas Naik Didorong Optimisme Perdamaian AS-Israel dan Iran
Harga emas (XAU/USD) menunjukkan kecenderungan naik pada hari Rabu(1/4), melanjutkan penguatan signifikan yang dimulai pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh harapan bahwa perang antara AS dan Israel dengan Iran dapat segera berakhir.
Saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan sekitar $4,725, setelah sebelumnya menyentuh $4,763 di sesi Eropa, yang merupakan level tertinggi dalam hampir dua minggu. Presiden AS, Donald Trump, dalam pernyataan dari Oval Office, menyebutkan bahwa Amerika Serikat "akan segera meninggalkan Iran," menambahkan bahwa operasi militer bisa berakhir dalam dua hingga tiga minggu. Trump menegaskan, "Kami akan pergi apakah ada kesepakatan atau tidak." Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Iran memiliki "keinginan untuk mengakhiri konflik," namun mencari jaminan agar perang tidak terulang.
Perkembangan ini meningkatkan sentimen risiko di pasar global, yang mendorong harga minyak turun, melemahkan dolar AS (USD) dari level tertinggi, serta mengangkat harga emas. Meskipun demikian, ketegangan di Selat Hormuz masih terus berlanjut, dan harga minyak tetap tinggi, menyebabkan kekhawatiran inflasi dan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi tetap menjadi perhatian.
Ketegangan geopolitik ini turut mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, mengurangi daya tarik aset seperti emas yang tidak memberikan imbal hasil. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di 3,50%-3,75% hingga 2026. Namun, jika ketegangan geopolitik mereda dan harga minyak turun signifikan, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed bisa kembali muncul.
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP naik 62.000 pada bulan Maret, melampaui ekspektasi 40.000, meskipun sedikit menurun dari 66.000 pada bulan Februari (yang direvisi dari 63.000). Penjualan Ritel AS juga mencatatkan kenaikan 0,6% pada Februari, lebih tinggi dari perkiraan 0,5% dan pulih dari penurunan yang direvisi pada Januari.
Selanjutnya, pidato dari pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, dan Gubernur The Fed, Michael Barr, akan menjadi sorotan untuk mendapatkan petunjuk mengenai kebijakan moneter ke depan. Selain itu, perhatian pasar juga akan tertuju pada Donald Trump, yang dijadwalkan memberikan pidato tentang perkembangan situasi Iran pada Kamis pukul 01:00 GMT.(gn)
Sumber: Newsmaker.id