White House: Trump Siap Tingkatkan Serangan ke Iran
Gedung Putih pada Rabu (25/3) menyatakan Presiden AS Donald Trump akan meningkatkan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak menerima bahwa negara itu telah “dikalahkan secara militer,” di tengah perang gabungan AS-Israel yang memasuki pekan keempat.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump “tidak menggertak” dan memperingatkan Iran agar tidak salah perhitungan. Ia menambahkan bahwa jika Iran “gagal memahami realitas saat ini” dan “akan terus kalah secara militer,” maka Trump akan memastikan Iran “dihantam lebih keras daripada sebelumnya.”
Leavitt juga menyebut pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan dinilai produktif. Pernyataan ini muncul saat sejumlah negara, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir, dilaporkan berupaya memediasi konflik.
Di sisi Iran, seorang pejabat senior mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran masih meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, meski respons awalnya negatif. Pernyataan tersebut mengindikasikan Iran sejauh ini belum menolak proposal itu secara terbuka.
Terkait laporan media bahwa Washington telah mengirim rencana 15 poin kepada Teheran, Leavitt mengatakan Gedung Putih tidak pernah mengonfirmasi rencana tersebut secara penuh. Ia menyebut ada “unsur kebenaran” dalam pemberitaan, tetapi menilai sebagian laporan tidak sepenuhnya akurat tanpa merinci bagian mana yang keliru.
Di pasar, sentimen membaik pada Rabu setelah laporan soal rencana tersebut beredar. Pasar saham global mencoba memulihkan sebagian kerugian, sementara harga minyak melemah, seiring harapan bahwa perang yang mengganggu pasokan energi global dan memicu kekhawatiran inflasi dapat mereda. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id