Dolar Bertahan Kuat, Pasar Ragu De-eskalasi Iran
Pasar valas bergerak mengikuti perubahan cepat sentimen geopolitik pada Rabu (25/3). Optimisme awal terkait potensi pembicaraan gencatan senjata sempat meredakan ketegangan, namun ketidakpastian kembali muncul setelah Iran memberi sinyal enggan terlibat dengan AS, menegaskan rapuhnya kemajuan diplomatik dan menjaga pasar tetap waspada.
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di dekat area psikologis 100 dan terakhir diperdagangkan sekitar 99,50. Dukungan datang dari kombinasi permintaan safe haven serta diferensial suku bunga yang masih menguntungkan dolar saat selera risiko melemah.
Di Eropa, EUR/USD melemah ke sekitar 1,1569, dengan penguatan dolar membatasi ruang kenaikan euro. Tekanan pada euro juga berlanjut setelah data PMI Zona Euro yang lemah pada hari sebelumnya memperkuat kekhawatiran perlambatan.
GBP/USD turun ke kisaran 1,3367, mencerminkan sulitnya sterling membangun pemulihan di tengah kekhawatiran pasar atas kombinasi dinamika pertumbuhan dan inflasi Inggris.
Di Asia, USD/JPY menguat ke sekitar 159,23–159,30, sejalan dengan dukungan dari imbal hasil AS yang tinggi dan divergensi kebijakan antara The Fed dan Bank of Japan. Sementara itu, AUD/USD melemah ke sekitar 0,6976 karena dolar yang lebih kuat dan kehati-hatian pasar terhadap prospek pertumbuhan global membatasi minat pada mata uang berisiko.
Ke depan, pelaku pasar akan memantau tiga pemicu utama: arah berita diplomasi dan eskalasi di Timur Tengah, pergerakan imbal hasil AS (sebagai jangkar diferensial suku bunga), serta rilis data aktivitas yang memengaruhi narasi pertumbuhan Eropa dan Asia. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id