• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 March 2026 07:37  |

Dolar Menguat, Emas Tertekan Lagi!

Emas berpeluang mencatat penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan, setelah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil tersebut. Premi risiko geopolitik dari perang di Timur Tengah belum cukup menahan tekanan dari sisi makro.

Bullion mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan sekitar 3,7% secara mingguan, sebelum bergerak stabil pada perdagangan awal Jumat. Indeks dolar tercatat naik 1,4% sepanjang pekan ini, kenaikan terbesar sejak November 2024, sementara harga US Treasury turun untuk hari keempat berturut-turut sehingga mendorong imbal hasil ke level tertinggi dalam beberapa pekan.

Lonjakan ketegangan perang AS–Israel dengan Iran ikut mengerek harga minyak dan membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Pasar swap kini hanya memperhitungkan 34 basis poin pemangkasan suku bunga sekitar hingga akhir tahun, turun tajam sekitar 60 basis poin pada akhir pekan lalu. Kombinasi dolar yang lebih kuat dan biaya pinjaman yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas.

Di sisi geopolitik, pasar global tetap waspada memasuki hari ketujuh konflik. Iran melaporkan meluncurkan serangan misil dan drone ke wilayah Teluk pada Kamis malam, termasuk mengenai kilang minyak di Bahrain, sementara Israel melanjutkan serangan udara ke Teheran dan AS menangguhkan operasional di kedutaannya di Kuwait. Risiko gangguan pasokan energi juga meningkat seiring serangan terhadap infrastruktur energi dan penutupan efektif Selat Hormuz untuk pelayaran, mendorong minyak menuju mingguan terbesar sejak 2022.

Tekanan tambahan datang dari dinamika pasar keuangan yang lebih luas. Pelemahan tajam ekuitas pekan ini membuat sebagian investor menggunakan emas sebagai sumber likuiditas, sehingga pergerakannya lebih rentan mengikuti volatilitas pasar saham. Di saat yang sama, kekhawatiran muncul setelah beredarnya kabar sebagian bank sentral berpotensi melepas sebagian cadangan emas, termasuk wacana dari bank sentral Polandia untuk menjual cadangan guna memuat belanja intensif.

Pada Jumat pagi di Asia, harga spot emas naik tipis 0,2% menjadi $5.101,32 per troy ounce (pukul 08.22 waktu Singapura). Perak menguat 1,3% menjadi $83,30, sementara platinum dan paladium juga naik. Meski momentum dalam beberapa hari terakhir melambat, emas masih mencatat kenaikan sekitar 18% sepanjang tahun berjalan, menjelang perdagangan global dan geopolitik.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai