Permintaan Aman Tinggi, Emas Tahan Tekanan Dolar
Harga emas bertahan di atas $5.350 per troy ounce pada sesi Asia, didukung oleh permintaan safe haven yang masih kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Investor tetap berhati-hati setelah konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan energi dan risiko eskalasi militer lebih lanjut.
Kenaikan emas mencerminkan pergeseran sentimen pasar menuju aset yang dianggap lebih aman. Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, emas biasanya menjadi pilihan utama untuk lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan potensi gejolak ekonomi.
Namun, penguatan dolar AS membatasi ruang kenaikan emas. Dolar yang kembali diminati sebagai aset safe haven alternatif membuat reli emas tidak terlalu agresif. Ketika USD menguat, harga emas dalam denominasi dolar cenderung lebih mahal bagi investor global, sehingga membatasi permintaan tambahan.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi global. Jika tekanan inflasi meningkat akibat kenaikan minyak, bank sentral mungkin mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Kondisi ini dapat menahan kenaikan emas karena imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan aset tanpa bunga seperti emas.
Secara keseluruhan, emas saat ini berada dalam posisi yang relatif kuat. Selama ketegangan global belum mereda dan ketidakpastian masih tinggi, permintaan lindung nilai kemungkinan tetap menopang harga, meskipun pergerakannya bisa lebih moderat akibat dolar yang tetap kokoh.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id