Emas Anjlok dari Rekor karena Profit Taking dan Penguatan Dolar
Emas (XAU/USD) berada di bawah tekanan jual yang sangat kuat pada Jumat (30/1), sehingga menghapus sebagian besar kenaikan yang tercatat di awal pekan ini. Volatilitas ekstrem memicu aksi likuidasi besar-besaran atas posisi leverage, sementara banyak trader juga memilih mengunci keuntungan di level harga yang sudah tinggi. Saat tulisan ini dibuat, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $5.075, setelah mencetak rekor tertinggi baru di dekat $5.600 pada Kamis.
Logam mulia ini turun lebih dari 6,0% dalam sehari, setelah sempat merosot hampir 8% lebih awal di sesi Eropa. Tekanan jual makin kencang ketika pasar mulai “memperhitungkan” peluang The Fed menjadi kurang dovish, menyusul laporan bahwa mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell, yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei.
Investor menilai Kevin Warsh sebagai sosok yang lebih hawkish dan lebih “ramah pasar” dibanding kandidat lain. Hal ini meredakan kekhawatiran akan pemangkasan suku bunga yang agresif di bawah pilihan Trump untuk posisi tersebut, meskipun Trump berulang kali menyerukan suku bunga yang lebih rendah.
Dampaknya, Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields) ikut menguat, sehingga menambah tekanan turun pada emas.
Meski begitu, emas masih berpotensi menutup bulan ini sebagai kenaikan bulanan terkuat sejak 1980, naik hampir 17%, ditopang permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik yang belum reda dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.(yds)
Sumber: FXstreet.com