Perang Dagang Mengintai, Emas Susah Turun!
Harga emas masih bertahan mendekati level tertinggi pada Selasa (20/1), setelah reli tajam yang memicu meningkatnya ketegangan AS–Eropa. Emas bergerak di area $4.67 ribu per ons, menandakan pasar masih kuat mencari “tempat aman” saat risiko global naik.
Pemicu utamanya datang dari isu Greenland. Presiden AS Donald Trump terus mendorong rencana mengambil alih pulau tersebut, dan tensi meningkat setelah muncul kabar Denmark memperkuat kehadiran militernya. Situasi ini membuat investor khawatir konflik politik berubah menjadi tekanan ekonomi.
Di sisi perdagangan, Trump sebelumnya mengancam tarif tambahan impor untuk delapan negara Eropa yang menentang rencana Greenland. Pasar menunggu respons Eropa, karena langkah balasan bisa membuat risiko perang dagang semakin nyata dan memperpanjang suasana tidak pasti.
Sementara emas bertahan tinggi, perak sempat mencapai rekor sekitar $94,7 per ons lalu terkoreksi. Ini menunjukkan aksi “ambil untung” mulai muncul setelah dimasukkan ke ekstrem, meski minat safe-haven belum hilang dari pasar.
Fokus berikutnya adalah data agenda AS pekan ini, terutama inflasi PCE yang sering jadi acuan arah suku bunga The Fed. Jika data inflasi lebih rendah, emas bisa semakin diuntungkan. Namun jika inflasi panas, emas bisa goyang karena pasar kembali menghitung peluang suku bunga bertahan tinggi.
5 Poin Inti :
- Emas masih dekat rekor karena pasar cari aman.
- Greenland jadi pemicu utama naiknya ketegangan geopolitik.
- Ancaman tarif Trump membuat risiko perang dagang AS–Eropa naik.
- Perak sempat mencetak rekor lalu koreksi karena profit Taking.
- Pasar menunggu data PCE AS untuk petunjuk arah suku bunga The Fed.(asd)
Sumber: Newsmaker.id