Emas dan Perak Stabil Usai Pecah Rekor - Lanjut Naik atau Mulai Turun?
Harga emas dan perak terkoreksi tipis setelah sehari sebelumnya melonjak ke rekor baru. Setelah euforia beli komoditas membesar, pasar kini terlihat mulai ambil untung—tapi arahnya belum sepenuhnya berbalik.
Di awal sesi Asia, emas spot berada di sekitar $4.610/oz. Pada update terbaru, emas turun 0,4% ke $4.609,15/oz. Sementara itu, perak ikut mundur, dengan penurunan sempat mencapai 2,2%, dan terakhir turun 1,1% ke $92,1280/oz.
Koreksi ini muncul setelah reli logam yang cukup “gila” pada Rabu, ketika emas dan perak sama-sama mencetak puncak baru, disusul penguatan di logam lain seperti tembaga dan timah. Dorongan utamanya datang dari aksi beli agresif di China dan rotasi investor ke komoditas sebagai alternatif aset finansial lain.
Dari sisi kebijakan, kekhawatiran soal tarif AS terhadap perak, platinum, dan palladium sempat mereda. Pasalnya, Presiden Donald Trump belum menerapkan bea baru untuk impor mineral kritis—meski masih membuka opsi untuk melakukannya, sesuai pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu malam
Di pasar valuta, Bloomberg Dollar Spot Index cenderung stabil. Artinya, pelemahan emas-perak kali ini lebih terasa seperti fase pendinginan setelah reli kencang, bukan karena dolar mendadak menguat tajam.
Inti poin:
- Emas & perak terkoreksi setelah sehari sebelumnya cetak rekor.
- Emas turun 0,4% ke $4.609,15/oz; perak turun 1,1% ke $92,1280/oz (sempat -2,2%).
- Reli kemarin dipicu buying besar di China dan rotasi investor ke komoditas.
-Kekhawatiran tarif AS ke logam mulia sementara mereda karena Trump belum pasang bea baru, tapi opsi tetap terbuka.
- Indeks dolar Bloomberg relatif stabil, jadi koreksi lebih mirip profit taking pasca reli.(asd)
Sumber: Newsmaker.id