• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

2 January 2026 21:22  |

Logam Mulia Kuat Awali 2026 Berkat Optimisme Cut Rate dan Risiko Global

Logam mulia membuka tahun baru dengan performa solid pada Jumat, bangkit dari pelemahan akhir tahun seiring meningkatnya tensi antar kekuatan besar serta harapan pemangkasan suku bunga AS yang mendorong minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Harga emas spot naik 1,7% menjadi $4.387,58 per ons (per 13:22 GMT), setelah sempat mencetak rekor $4.549,71 pada 26 Desember. Sebelumnya, emas sempat turun ke level terendah dua minggu pada Rabu. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1,3% ke $4.399,20/oz.

“Logam mulia memulai 2026 dengan nada positif yang kuat… setelah aksi ambil untung di hari-hari terakhir 2025, para pembeli (bulls) tampak mendapat dorongan dari risiko geopolitik dan harapan suku bunga AS yang lebih rendah tahun ini,” kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.

Dari sisi permintaan fisik, emas diperdagangkan dengan premium di pusat-pusat utama seperti India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan, karena koreksi terbaru dari rekor tertinggi membantu mengangkat permintaan ritel.

Emas melonjak 64% sepanjang 2025, kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, didorong oleh pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, pembelian kuat oleh bank sentral, serta meningkatnya kepemilikan ETF.

“Harga emas diperkirakan naik lagi pada 2026—target kami menuju USD 5.000/oz—didorong oleh real yield yang lebih rendah, kekhawatiran ekonomi global yang berlanjut, dan ketidakpastian terkait kebijakan domestik AS,” kata analis UBS Giovanni Staunovo. Ia menambahkan, “Baik bank sentral maupun investor kemungkinan akan terus memilih aset riil seperti emas karena bebas dari risiko pihak lawan (counterparty risk).”

Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing 25 basis poin tahun ini. Aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) biasanya berkinerja baik saat suku bunga rendah.

Perak spot melesat 3,4% ke $73,71 per ons, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa $83,62 pada Senin. Platinum melonjak 3,3% ke $2.121,38 per ons, setelah naik ke rekor $2.478,50 pada Senin. Kedua logam tersebut mencatat tahun terbaik sepanjang sejarah, dengan perak memimpin lewat kenaikan tahunan 147%, didorong penetapannya sebagai mineral kritis di AS, kekurangan pasokan, serta persediaan rendah di tengah meningkatnya permintaan industri dan investasi.

Palladium naik 1,9% ke $1.636,19 per ons, setelah menutup tahun sebelumnya naik 76%, yang menjadi kinerja terbaiknya dalam 15 tahun.

Seluruh logam sempat terkoreksi tajam di awal pekan karena trader melakukan ambil untung setelah CME menaikkan margin kontrak berjangka logam mulia.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai