XAU/USD: Koreksi Likuiditas Berakhir, Safe Haven Kembali Menguat
Pada Selasa, 3 Maret 2026, XAU/USD justru turun meski tensi geopolitik Iran–AS memanas karena pasar masuk fase “dash for cash”: permintaan likuiditas dolar meningkat tajam, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga AS ikut meredup di tengah kekhawatiran inflasi energi. Reuters mencatat spot gold turun sekitar 3,6% ke US$5.137/oz, tertekan oleh dolar yang menguat dan taruhan rate-cut yang mengecil.
Pergerakan itu menunjukkan bahwa dalam shock geopolitik yang juga mengangkat harga energi, emas bisa “kalah cepat” dari dolar. Saat biaya minyak dan gas (berdenominasi USD) naik dan volatilitas meningkat, pelaku pasar sering memprioritaskan cash management menjual aset yang sebelumnya untung (termasuk emas) untuk memenuhi kebutuhan margin atau mengurangi risiko portofolio. Reuters menggambarkan fenomena ini sebagai momen ketika emas “gagal tampil” sebagai safe haven karena arus justru mengalir ke USD.
Memasuki Rabu, 4 Maret 2026, emas mulai rebound ketika reli dolar melunak dan permintaan safe haven kembali muncul, seiring konflik terus berkembang dan ketidakpastian durasi meningkat. Reuters melaporkan spot gold naik 0,7% ke sekitar US$5.120,71/oz, dengan dukungan dari jeda penguatan dolar.
Sementara untuk hari ini, Kamis 5 Maret 2026, XAU/USD terlihat menguat lagi,Secara makro, ini konsisten dengan pola “dua tahap”: setelah likuiditas dolar sempat dominan pada fase awal risk-off, pasar kembali menambah eksposur emas ketika risiko geopolitik belum mereda namun arah intraday tetap sangat sensitif pada USD dan US Treasury yields.(Cp)
Harga Emas Pada Saat analisis ini Di Rilis Berada Pada Level $ 5.173
- Beli jika harga bergerak di Level $ 5.167
- Jual jika harga bergerak di Level $ 5.180
Resistance 2: $ 5.200
Resistance 1: $ 5.187
Support 1: $ 5.165
Support 2: $ 5.150
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id