Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979
Harga emas naik menembus $4.360 per ons pada hari terakhir 2025, menutup tahun dengan kenaikan luar biasa dan bersiap mencatat performa spekulasi terbaik dalam lebih dari 40 tahun.
Sepanjang 2025, emas disebut telah melonjak sekitar 66%, dengan reli yang makin kencang sejak akhir April setelah Presiden Donald Trump meluncurkan paket tarif global yang memicu kekhawatiran pasar soal perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.
Penguatan emas juga didorong oleh kombinasi faktor besar: ketegangan geopolitik yang tak reda, pemangkasan suku bunga AS, serta pembelian agresif bank sentral. Di saat yang sama, aliran dana ke ETF berbasis emas ikut meningkat—tanda minat investor terhadap aset aman makin kuat.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed bulan Desember yang dirilis Selasa menyebut mayoritas pejabat Fed menilai pemotongan suku bunga lanjutan masih tepat jika inflasi terus turun. Namun, mereka masih berbeda pandangan soal kapan dan seberapa besar penurunan suku bunga berikutnya.
Sementara itu, sentimen “safe haven” terus disulut oleh berbagai ketidakpastian global: proses damai Rusia–Ukraina yang belum jelas, tensi baru di Timur Tengah, hingga meningkatnya friksi AS–Venezuela. Kondisi seperti ini biasanya membuat investor lebih nyaman “parkir” di emas.
Dengan kombinasi dorongan suku bunga yang lebih rendah dan risiko geopolitik yang masih panas, pasar melihat emas berpotensi tetap kuat memasuki awal 2026—meski volatilitas tetap mungkin terjadi jika arah kebijakan The Fed atau tensi geopolitik berubah cepat.
Poin pentingnya :
- Emas menembus $4.360/ons di penutupan akhir 2025.
- Kenaikan tahunan disebut sekitar +66%, terbaik sejak 1979.
- Reli menguat sejak akhir April usai kebijakan tarif global Trump.
- Penopang utama: geopolitik, pemangkasan suku bunga AS, pembelian bank sentral, dan ETF emas.
- Risalah The Fed: mayoritas masih condong rate cut jika inflasi turun, tapi timing masih diperdebatkan.
- Ketidakpastian Rusia–Ukraina, Timur Tengah, dan AS–Venezuela menguatkan minat safe haven.(asd)
Sumber: Newsmaker.id