Emas Bertahan Dekat Puncak, Pasar Yakin Fed Pangkas Bunga
Harga emas dunia bertahan stabil di sekitar US$4.150 - $4.160 per troy ons pada sesi Kamis pagi, setelah sehari sebelumnya sempat naik hampir 1%. Penguatan ini ditopang ekspektasi yang semakin kuat bahwa Federal Reserve AS akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Pelaku pasar derivatif kini memperkirakan peluang rate cut seperempat poin sekitar 80%, dan data klaim pengangguran terbaru dinilai tidak cukup kuat untuk menggagalkan langkah tersebut.
Sejumlah komentar pejabat The Fed yang bernada dovish ikut memperkuat sentimen pelonggaran moneter. Di saat yang sama, Kevin Hassett, penasihat ekonomi utama Presiden AS Donald Trump, mulai muncul sebagai kandidat terdepan ketua The Fed berikutnya. Sosok ini dipandang sejalan dengan keinginan Trump untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah. Bagi emas, lingkungan suku bunga rendah selalu menjadi kabar baik karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Secara kinerja, emas masih membukukan kenaikan hampir 60% sejak awal tahun dan berada di jalur menuju performa tahunan terbaik sejak akhir 1970-an. Harga sempat menyentuh rekor tertinggi bulan lalu sebelum terkoreksi, namun tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 per ons. Minat bank sentral yang tetap tinggi dan arus masuk ke produk ETF berbasis emas menjadi penopang penting di tengah keluarnya dana dari obligasi pemerintah dan sebagian mata uang.
Meski demikian, laju masuk dana ke ETF emas mulai melambat dalam tiga pekan terakhir dan cenderung datar. Analis dari Standard Chartered menilai pola ini bisa menjadi sinyal bahwa “lantai” harga jangka pendek emas mulai rentan. Menurut mereka, harga emas saat ini berada dalam pola menunggu, konsolidasi di kisaran atas sambil menanti pemicu baru, baik dari data ekonomi maupun keputusan kebijakan The Fed selanjutnya.
Pada awal sesi di Asia, harga emas nyaris tidak bergerak dibanding penutupan sebelumnya, sementara indeks dolar AS juga cenderung datar setelah sempat melemah 0,3% sehari sebelumnya. Di kelompok logam mulia lain, perak stabil setelah melonjak 3,7% dan mendekati rekor tertinggi, palladium masih menguat, sementara platinum bergerak mendatar. Kombinasi turunnya imbal hasil, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, dan minat diversifikasi aset membuat emas tetap diposisikan sebagai salah satu aset defensif utama di pasar global.(asd)
Sumber : Newsmaker.id