Emas Mundur Tipis Jelang Rilis Data Ekonomi AS
Harga emas sedikit mundur di perdagangan sore sis Eropa pada hari Selasa (25/11) dari level tertinggi lebih dari sepekan seiring dolar AS yang tetap kuat, sementara para investor menantikan rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang tertunda dan dapat membantu memperjelas ekspektasi terkait pemangkasan suku bunga Federal Reserve di masa mendatang.
Emas spot turun 0,2% menjadi US$4.129,89 per ons pada pukul 09.42 GMT, setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 November pada awal sesi perdagangan hari ini.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember masih naik 0,8% ke level US$4.126,60 per ons.
Indeks dolar AS (DXY) bergerak dekat level tertinggi hampir enam bulan yang tercapai pekan lalu, sehingga membatasi potensi kenaikan emas batangan karena penguatan greenback membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
“Kita telah melihat kenaikan yang cukup luas di berbagai aset, sebagian karena pasar sedang menilai ulang waktu pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya,” kata Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree.
“Aliran data yang tertunda akibat penutupan pemerintahan (shutdown) menambah volatilitas, tetapi kerentanan mendasar di pasar masih terus bekerja menguntungkan emas. Bahkan koreksi hari ini terlihat seperti penyesuaian wajar setelah harga naik terlalu cepat,” tambahnya.
Amerika Serikat akan merilis data penjualan ritel dan harga produsen (producer prices) pada akhir hari ini. Kedua rilis data tersebut sebelumnya ditunda karena penutupan pemerintahan, dan angka-angka ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada investor mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Data dari CME menunjukkan bahwa pasar saat ini memperkirakan peluang 81% untuk terjadinya pemangkasan suku bunga pada Desember dan probabilitas 86% untuk adanya pergerakan (pemangkasan) pada Januari.
Gubernur The Fed Christopher Waller pada hari Senin mengatakan bahwa pasar tenaga kerja telah cukup melemah untuk membenarkan pemangkasan seperempat poin lagi pada bulan Desember, meskipun langkah-langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada data yang akan datang.
Pernyataannya itu menyusul komentar Presiden The Fed New York John Williams yang mengatakan bahwa suku bunga bisa turun “dalam waktu dekat”.
Shah menambahkan bahwa dalam skenario yang realistis, dolar yang secara struktural melemah dapat mendorong harga emas menuju sekitar US$4.700 pada tahun 2026.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% ke US$51,13 per ons, platinum bergerak stabil di US$1.543,46, dan paladium melemah 1,1% ke US$1.380,00.(yds)
Sumber: Reuters.com