Emas Mulai Merangkak, Nunggu Kejutan Fed & Data Kerja AS?
Emas naik tipis pada hari Rabu (19/11) karena investor mencari aset aman, dengan fokus pasar tertuju pada risalah pertemuan terbaru Federal Reserve dan laporan ketenagakerjaan AS yang tertunda sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
Harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.088,03 per ons pada pukul 09.15 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,5% ke US$4.087,90 per ons.
Sementara kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM. “Setelah memantul dari level psikologis US$4.000 pada sesi sebelumnya, emas tampak sedikit berkilau pagi ini di tengah suasana pasar yang hati-hati,”
Investor menantikan rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Oktober yang akan keluar hari ini, serta laporan ketenagakerjaan AS bulan September yang tertunda dan dijadwalkan dirilis pada hari Kamis.
Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan laporan ketenagakerjaan bulan September akan menunjukkan penambahan 50.000 lapangan kerja selama bulan tersebut.
“Jika data AS yang masuk mendukung argumen untuk suku bunga yang lebih rendah, harga emas bisa terdorong menuju US$4.130 dan US$4.200. Namun, komentar pejabat The Fed yang lebih bernada hawkish, ditambah data yang lebih kuat dari perkiraan, bisa menyeret harga kembali ke sekitar US$4.000 karena pelaku pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga AS,” ujar Otunuga.
Secara terpisah, data yang dirilis Selasa menunjukkan jumlah warga Amerika yang menerima tunjangan pengangguran berada di level tertinggi dua bulan pada pertengahan Oktober.
Sementara risalah pertemuan The Fed tersebut diperkirakan akan memberi gambaran lebih jelas mengenai perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan tentang bagaimana merespons inflasi dan perubahan tren pasar tenaga kerja.
Alat CME FedWatch menunjukkan para trader telah memangkas spekulasinya atas kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan depan menjadi sedikit di atas 46%, dari 63% pada pekan lalu.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan pada masa ketidakpastian ekonomi.
Sementara data tenaga kerja yang lemah bisa memicu reli emas, sementara data yang lebih kuat dan tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja dapat menekan harga dan berpotensi mendorong terjadinya penembusan ke bawah level support psikologis penting di US$4.000 per ons, kata Zain Vawda, analis di MarketPulse oleh OANDA.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$51,44 per ons, platinum bertambah 0,7% ke US$1.544,72, dan palladium menguat 1% ke US$1.414,68.(yds)
Sumber: Reuters.com