Emas Anjlok 3% Lebih Pasca Komentar Keras Pejabat The Fed
Harga emas merosot tajam lebih dari 3% pada perdagangan Jumat (14/11), terbawa arus aksi jual besar-besaran di pasar keuangan pasca komentar bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve AS. Pernyataan mereka membuat harapan pemangkasan suku bunga pada bulan Desember mulai menurun.
Emas spot turun sekitar 3,1% ke level USD 4.041 per troy ounce, sementara emas berjangka Desember jatuh 3,6% ke sekitar USD 4.043 per troy ounce. Meski begitu, secara mingguan emas masih membukukan kenaikan sekitar 1,4%.
Pelaku pasar menilai penurunan emas ini berkaitan dengan turunnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. Probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin turun dari sekitar 64% menjadi 53% menurut alat FedWatch milik CME.
Sejumlah pejabat The Fed mengirim sinyal hati-hati terhadap pelonggaran tambahan, sehingga investor mulai meragukan skenario “rate cut Desember” yang sebelumnya cukup kuat mendukung harga emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Situasi makin rumit karena The Fed dan pelaku pasar masih “terbang buta” akibat kekosongan data resmi setelah penutupan pemerintahan AS terpanjang dalam sejarah yang baru berakhir hari Kamis. Investor sebelumnya berharap data yang tertunda akan menunjukkan pelemahan ekonomi yang cukup jelas, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.
Namun, dengan makin banyak pejabat yang berhati-hati, narasi tersebut mulai pudar. Dalam kondisi seperti ini, ketika terjadi margin call dan likuidasi posisi, banyak trader menutup berbagai posisi sekaligus, termasuk emas, untuk membebaskan margin.
Dari sisi permintaan fisik, minat beli emas di pasar utama Asia juga dilaporkan cenderung lesu sepanjang pekan ini. Logam mulia lain ikut tertekan: perak spot turun sekitar 3,7% ke USD 50,38 per troy ounce, meski masih naik sekitar 4,6% dalam sepekan.
Platinum turun 3,6% ke USD 1.524 dan paladium melemah 3,3% ke sekitar USD 1.379 per troy ounce.
Ini menunjukkan bahwa tekanan jual kali ini bukan hanya menyasar emas, tetapi meluas ke seluruh kompleks logam mulia.(yds)
Sumber: Reuters.com