Emas Ditahan The Fed, Tapi Justru Makin Diburu Pasar
Prospek emas masih mengarah bullish, dengan harga bergerak di dekat area $4.170 pada hari Jumat (14/11) meski dolar AS mulai pulih. Pada sesi sebelumnya, emas sempat menembus di atas $4.200 sebelum terkoreksi ke level terendah intraday. Tekanan jual muncul setelah peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember memudar, dengan pasar kini hanya menilai sekitar 50% kemungkinan penurunan suku bunga.
Sejumlah komentar dari pejabat The Fed membuat pelaku pasar mulai menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga di akhir tahun. Meski demikian, banyak investor masih percaya bahwa melemahnya momentum ekonomi AS pada akhirnya bisa membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh The Fed.
Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyoroti prospek ekonomi yang tidak sepenuhnya solid, sementara inflasi masih berada di level tinggi. Tekanan inflasi dan munculnya kekhawatiran baru terhadap kondisi ekonomi AS membatasi pelemahan harga emas, di saat yang sama ketidakpastian tersebut menekan kinerja dolar AS.
Di sisi lain, dibukanya kembali pemerintahan federal memunculkan gelombang kekhawatiran baru terkait kondisi fiskal AS yang sudah berat. Pasar kini menunggu rilis data ekonomi yang tertunda, dengan ekspektasi bahwa laporan-laporan tersebut akan menunjukkan pasar tenaga kerja yang mulai melemah dan laju pertumbuhan PDB yang melambat.
Beberapa proyeksi bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartalan bisa turun sekitar 1,5% hingga 2%, sejalan dengan melemahnya indikator pasar tenaga kerja. Gambaran ekonomi yang semakin rapuh ini justru menambah daya tarik emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id