PHK Melejit, Gold Bangkit
Harga emas naik tipis mendekati $4.010/oz pada Jumat(7/11) setelah laporan ketenagakerjaan AS yang melemah memicu taruhan pemangkasan suku bunga The Fed di Desember. Data PHK versi Challenger melonjak—terbesar untuk Oktober dalam lebih dari 20 tahun—mendorong imbal hasil Treasury 10-tahun turun paling tajam dalam sekitar sebulan dan mengangkat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Meski ekspektasi pelonggaran menguat, sinyal dari pejabat The Fed masih beragam. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menilai kurangnya data inflasi resmi akibat penutupan pemerintah membuatnya “tidak nyaman” untuk terus memangkas suku bunga. Nada yang berseberangan ini membuat reli emas tertahan meski bias tetap positif.
Secara mingguan, emas menuju penurunan kecil—yang ketiga beruntun dan terpanjang tahun ini. Namun sejak awal tahun, harganya masih melonjak lebih dari 50% dan berada di jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Dukungan datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga, arus masuk ke ETF berbasis emas, dan pembelian bank sentral. Dengan minimnya data resmi karena penutupan pemerintah, pasar memberi bobot lebih pada rilis swasta sambil menunggu pertemuan terakhir FOMC tahun 2025 bulan depan.
Di logam mulia lain, perak menguat untuk hari ketiga setelah AS memasukkannya ke daftar mineral penting yang tengah diselidiki di bawah Pasal 232 pemerintahan Trump—langkah yang berpotensi berujung tarif atau pembatasan. Setiap bea masuk atas perak bisa mengganggu pasar karena AS sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan domestik. (az)
Sumber: Newsmaker.id