Emas Nyaris Tak Berubah Ditengah Prospek Suku Bunga The Fed
Harga emas stabil karena pelaku pasar terus menimbang komentar sejumlah pejabat Federal Reserve serta data yang menunjukkan pelemahan tajam pasar tenaga kerja AS, yang meningkatkan prospek penurunan suku bunga.
Emas batangan bergerak tipis tepat di bawah $4.000 per ons, memangkas kenaikan yang sempat terbentuk di awal sesi. Pasar sempat bergejolak pada Kamis pagi setelah laporan menunjukkan perusahaan AS mengumumkan jumlah PHK terbanyak untuk bulan Oktober dalam lebih dari dua dekade, menurut data firma outplacement Challenger, Gray & Christmas Inc. Dolar AS melemah.
Angka tenaga kerja yang lebih lemah memperkuat argumen agar The Fed memangkas suku bunga pinjaman sebuah dorongan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada Kamis mengatakan ketiadaan data inflasi resmi selama penutupan pemerintah AS membuatnya semakin tidak nyaman untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga.
Data dari swasta seperti Challenger menjadi makin penting bagi pasar karena shutdown pemerintah terpanjang dalam sejarah AS menunda rilis data resmi penting, sehingga kondisi ekonomi di negara terbesar dunia itu lebih sulit dinilai.
Emas berada di jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979, sempat mencetak rekor beruntun sebelum terkoreksi bulan lalu. Pemangkasan suku bunga di AS membantu menopang harga, yang juga didukung arus masuk ke ETF berbasis emas batangan dan pembelian bank sentral yang tetap tinggi.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan berkumpul bulan depan untuk rapat terjadwal terakhir tahun 2025.
Ekonom Macquarie Group memperkirakan harga akan menurun dalam setahun ke depan setelah reli sekitar 50% sejak awal tahun. “Dengan pertumbuhan global mulai pulih, siklus pelonggaran bank sentral mendekati akhir, suku bunga riil masih relatif tinggi, dan ketegangan AS–Tiongkok mereda (setidaknya untuk saat ini), kami menduga puncak jangka pendek sudah tercapai,” tulis para strategi termasuk kepala ekonom Ric Deverell dalam catatan Kamis.
Macquarie menambahkan, penurunan kemungkinan akan lebih lambat dibanding setelah puncak-puncak sebelumnya, dengan harga tetap jauh di atas level akhir 2023 sekitar $2.000 per ons sepanjang masa kepresidenan Donald Trump. “Jika ketegangan geopolitik kembali memanas atau kekhawatiran atas besarnya pemerintahan AS muncul lagi, emas bisa reli lebih lanjut,” tulis mereka.
Pada pukul 16:14 waktu New York, emas diperdagangkan di $3.980,61 per ons. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3%. Perak nyaris tak berubah, sementara platinum dan paladium melemah.(yds)
Sumber: Bloomberg.com