Emas Naik Ditengah Shutdown dan Ketidakpastian Tarif
Harga emas menguat pada Kamis (6/11), didukung oleh pelemahan dolar AS dan kembalinya permintaan safe haven di tengah kekhawatiran shutdown pemerintah AS yang berkepanjangan serta ketidakpastian legalitas tarif.
Harga emas spot naik 0,2% ke $3.989,91 per ons pada 13:40 ET (18:40 GMT). Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup nyaris tak berubah di $3.991.
Indeks dolar (DXY) turun 0,5% setelah menyentuh level tertinggi empat bulan pada sesi sebelumnya, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Dengan shutdownya pemerintah AS dan sikap skeptis para hakim Mahkamah Agung AS atas legalitas tarif luas Presiden Donald Trump, “kita melihat kebangkitan minat terhadap aset aman,” kata Peter Grant, wakil presiden dan kepala strategi logam di Zaner Metals. “(Emas) berada di jalur penutupan tahun yang cukup baik… target akhir tahun di kisaran $4.300–$4.400/oz tampak masuk akal.”
Federal Reserve memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini pada pekan lalu, dengan pasar memperkirakan peluang 72% untuk pemangkasan lagi pada Desember (FedWatch).
Namun, Presiden Fed Cleveland Beth Hammack pada Kamis mengatakan inflasi yang masih tinggi menjadi argumen menentang pemangkasan suku bunga kembali. Emas dianggap sebagai lindung nilai di masa ketidakpastian, dan sebagai aset tanpa imbal hasil, ia juga diuntungkan saat suku bunga rendah.
Para pelaku pasar tetap berhati-hati, mencermati dampak kebijakan perdagangan Presiden Trump dan risiko terkait penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan. “Kami akan terkejut bila emas tetap berkonsolidasi di sekitar $4.000/oz saat modal spekulatif keluar, dengan pembelian bank sentral tetap menjadi penopang positif utama ke depan,” tulis SP Angel dalam sebuah catatan.
Di tempat lain, perak spot naik 0,3% ke $48,22 per ons, platinum turun 1,8% ke $1.533,93, dan paladium turun 2,7% ke $1.381,18.(yds)
Sumber: Reuters.com