Shutdown Bikin Waswas, Emas Menanjak
Harga emas menguat pada hari Kamis (6/11), melanjutkan sentimen positif sesi sebelumnya, karena sedikit pelemahan dolar AS dan ketidakpastian seputar penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan turut menopang sentimen.
Pada pukul 08:50 ET (13:50 GMT), emas spot naik 0,9% menjadi $4.015,20 per ons dan emas berjangka AS naik tipis 0,8% menjadi $4.023,70 per ons.
Logam kuning melonjak 1,3% pada sesi sebelumnya karena sentimen penghindaran risiko global mencengkeram pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran akan gelembung pasar saham.
Emas stabil di tengah kekhawatiran penutupan pemerintah
Indeks Dolar AS melemah pada hari Kamis karena investor kembali ke aset berisiko setelah penurunan singkat saham teknologi di awal pekan.
Namun, penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan, yang kini menjadi yang terpanjang dalam catatan, telah menambah ketidakpastian di pasar keuangan. Penghentian beberapa rilis data ekonomi resmi telah membuat investor lebih bergantung pada indikator sektor swasta, sehingga mempersulit pengukuran kesehatan ekonomi terbesar di dunia.
Di saat yang sama, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang masih tangguh. Data ketenagakerjaan ADP menunjukkan jumlah tenaga kerja swasta naik sebesar 42.000 pada bulan Oktober, hampir dua kali lipat ekspektasi pasar.
Data yang lebih kuat mengurangi spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan Desember. Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama biasanya membebani emas, yang tidak menawarkan imbal hasil.
Menambah kehati-hatian investor, Mahkamah Agung AS memulai sidang minggu ini tentang legalitas tarif yang diberlakukan di bawah Presiden Donald Trump. Kasus ini dapat memiliki implikasi luas bagi kebijakan perdagangan, dan pasar mencermati potensi dampak jangka panjang terhadap inflasi dan rantai pasokan.
"Kami tetap positif terhadap prospek emas kami, meskipun terjadi penurunan harga baru-baru ini, dengan dukungan utama, termasuk permintaan bank sentral dan aset safe haven, masih ada," kata analis ING dalam sebuah catatan. "Meskipun ketegangan perdagangan baru-baru ini mereda, ketidakpastian geopolitik yang signifikan masih berlanjut, mendorong permintaan aset yang aman," tambah mereka.
Pasar logam melemah
Logam mulia dan industri lainnya juga diperdagangkan dalam kisaran ketat pada hari Kamis.
Perak berjangka naik 0,8% menjadi $48,420 per ons dan Platinum berjangka naik 0,1% menjadi $1.564,70/ons.
Tembaga berjangka acuan di London Metal Exchange naik tipis 0,3% menjadi $10.749,20 per ton, sementara Tembaga berjangka AS naik 0,5% menjadi $5,0045 per pon. (Arl)
Sumber: Investing.com