Emas Naik Tipis, Menunggu Data AS
Harga emas (XAU/USD) bergerak sedikit di atas $3.950 per ons pada sesi Asia, ditopang arus masuk ke aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi akibat penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan serta ketidakpastian geopolitik. Kebuntuan anggaran di Washington diperkirakan menjadi yang terpanjang, sehingga sentimen hati-hati kembali mendominasi.
Meski begitu, ruang kenaikan emas masih terbatas. Penguatan Dolar AS dan memudarnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini mendorong aksi ambil untung. Dolar yang lebih kuat membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri, menekan permintaan fisik dan minat investasi pada logam yang tidak memberi imbal hasil ini.
Fokus pasar kini mengarah ke data ketenagakerjaan swasta AS (ADP) Oktober. Konsensus memperkirakan penambahan sekitar 25 ribu pekerjaan, berbalik dari penurunan 32 ribu pada rilis sebelumnya. Hasil yang lebih kuat berpotensi menguatkan Dolar AS lagi, menahan reli emas; sebaliknya, data yang lunak dapat membuka ruang pantulan.
Pada hari yang sama, pasar juga menanti PMI Jasa ISM AS sebagai petunjuk kekuatan sektor layanan. Kombinasi ADP dan PMI akan membentuk ekspektasi terbaru soal arah kebijakan The Fed—menentukan apakah emas mampu bertahan di atas $3.950 atau kembali terseret oleh Dolar yang dominan. (az)
Sumber: Newsmaker.id