Logam Mulia Menguat,Minyak Berfluktuasi.
Sepanjang pekan ini, pasar komoditas bergerak dinamis dipimpin oleh reli kuat pada emas dan perak, sebelum akhirnya dihadang aksi jual dan nada hawkish dari The Fed. Di awal pekan, rangkaian data ekonomi AS yang melemah dan sentimen konsumen yang merosot memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga. Ekspektasi pelonggaran ini, ditambah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, mendorong emas melonjak tajam hingga menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan, sementara perak ikut reli menembus area di atas 49 hingga lebih dari 53 dolar per ons. Melemahnya dolar membuat logam mulia berdenominasi dolar terasa lebih murah bagi pembeli global, sehingga minat terhadap aset safe haven kembali menguat.
Situasi politik dan fiskal di AS juga memberi warna tersendiri. Penutupan pemerintahan yang berkepanjangan sempat meningkatkan aversi risiko, mendukung kenaikan emas dan perak seiring pasar menanti kejelasan arah kebijakan dan rilis data ekonomi yang tertunda. Ketika wacana pembukaan kembali pemerintahan menguat, pasar mulai berspekulasi bahwa aliran data ekonomi yang normal kembali akan memberi The Fed dasar yang lebih kuat untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lanjutan. Hal ini sempat menjaga nada positif pada logam mulia dan mendorong harga ke rentang tertingginya dalam hampir tiga pekan.
Namun, setelah pemerintahan AS resmi kembali beroperasi, dinamika berbalik. Pasar beralih ke mode “jual fakta”: aksi sell-off melanda emas dan perak setelah reli beberapa hari beruntun, diperparah oleh penguatan dolar serta kenaikan kembali imbal hasil obligasi. Seiring pekan berjalan, komentar bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed memunculkan spekulasi bahwa siklus pelonggaran mungkin tidak akan sedalam yang sebelumnya diharapkan. Hal ini memicu tekanan jual lebih lanjut pada emas, yang sempat berbalik turun dari level puncaknya dan kembali bergerak di bawah area 4.100 dolar per ons, sementara perak juga terseret koreksi akibat aksi ambil untung setelah reli tajam di paruh pertama pekan.
Di sisi lain, pasar minyak bergerak dalam pola yang lebih dipengaruhi isu suplai dan geopolitik. Pada awal pekan, harga minyak mendapat dukungan dari optimisme bahwa kebuntuan fiskal di AS akan berakhir, serta dari sanksi baru AS terhadap minyak Rusia yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan. Namun, sentimen tersebut berbalik setelah laporan OPEC mengindikasikan bahwa pasokan global berpotensi seimbang dengan permintaan dalam beberapa tahun ke depan, memicu kekhawatiran kelebihan pasokan dan menjatuhkan harga minyak lebih dari 3–4 persen dalam satu sesi. Meski demikian, menjelang akhir pekan, minyak kembali menguat signifikan setelah ekspor dari salah satu pelabuhan utama Rusia dihentikan akibat serangan drone, memunculkan kembali kekhawatiran gangguan pasokan dan mengangkat harga Brent maupun WTI lebih dari dua persen. Secara keseluruhan, pekan ini ditandai oleh tarik-menarik antara harapan pelonggaran kebijakan moneter, normalisasi pemerintahan AS, dan risiko suplai energi yang terus berubah.
Tinjauan Teknikal.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 4.120, Take profit $ 4.244. Stop loss di $ 4.090. Atau Sell $ 4.030 Take profit di $ 3.891. Stop loss di $ 4.090.
Silver
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 49.918 Take profit $ 51.683. Stop loss di $ 49.404. Atau Sell $ 48.890 Take profit di $ 46.897. Stop loss di $ 49.597
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 64.10 Take profit $ 65.37. Stop loss di $ 63.86. Atau Sell $ 63.44 Take profit di $ 62.15. Stop Loss di $ 63.95.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.