The Fed Hadapi Pilihan Sulit, Kenaikan Suku Bunga Mungkin Terjadi
Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga setelah menyelesaikan rapat kebijakan dua hari. Pasar menantikan sikap bank sentral AS dalam menghadapi kenaikan harga minyak dan risiko inflasi.
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Jika sesuai perkiraan, keputusan tersebut akan menjadi penahanan suku bunga untuk pertemuan kelima secara berturut-turut.
Namun, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin belum sepenuhnya hilang. CME FedWatch Tool menunjukkan kemungkinan kenaikan mencapai hampir 30%, meningkat tajam dari sekitar 15% pada pekan sebelumnya.
Ekspektasi tersebut meningkat setelah harga minyak kembali melonjak pada Juli. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Harga WTI sempat naik dari sekitar US$67 pada awal Juli hingga menembus US$90 per barel. Meskipun telah terkoreksi setelah AS dan Iran sempat menghentikan serangan, harga minyak masih menguat hampir 20% sepanjang bulan ini.
Jika The Fed mempertahankan bunga tetapi memberikan sinyal hawkish, dolar dan imbal hasil obligasi berpotensi menguat, sedangkan emas serta saham dapat tertekan. Sebaliknya, nada yang lebih dovish dapat melemahkan dolar dan membuka peluang penguatan emas serta aset berisiko. (arl)
Sumber: Newsmaker.id