Nominasi Warsh Tertahan, Konflik Politik Bayangi Kursi The Fed
Nominasi Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve masih tertahan, di tengah benturan berlanjut antara Senator Partai Republik Thom Tillis dan Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro, ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed tinggal hitungan minggu. Reuters melaporkan Pirro tetap melanjutkan upaya banding atas putusan hakim yang membatalkan subpoena grand jury dalam penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait renovasi gedung The Fed.
Hakim Distrik AS James Boasberg menyatakan tidak ada bukti substansial bahwa Powell melakukan pelanggaran, dan menilai penyelidikan itu tampak sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga atau mendorong Powell mundur. Putusan itu justru memperkuat tudingan campur tangan politik terhadap independensi The Fed, isu yang kini menjadi pusat tarik-menarik di Washington.
Secara praktis, keputusan Pirro untuk terus mengajukan banding ikut menahan proses Warsh. Tillis, yang duduk di komite Senat yang akan menilai nominasi tersebut, menegaskan tidak akan mendukung kemajuan kandidat The Fed mana pun selama penyelidikan terhadap Powell belum ditutup. Sikap ini membuat nasib Warsh kini sangat bergantung pada cepat atau lambatnya proses banding berjalan.
Masa jabatan Powell sebagai ketua The Fed berakhir pada 15 Mei, tetapi masa jabatannya sebagai gubernur masih berlanjut. Itu berarti jika Senat belum mengonfirmasi Warsh sebelum rapat FOMC 16–17 Juni, Powell tetap dapat memimpin pertemuan penetapan suku bunga—sebuah ironi politik yang berpotensi menggagalkan tujuan lama Trump untuk segera mengganti pucuk pimpinan bank sentral.
Kasus ini menambah tekanan pada isu independensi Federal Reserve, di saat Trump terus mendorong perubahan arah kebijakan moneter dan komposisi pimpinan bank sentral. Dengan banding masih berjalan dan resistensi di Senat belum surut, proses pergantian ketua The Fed kini bukan hanya soal nominasi, tetapi juga soal seberapa jauh tekanan politik dapat menembus pagar kelembagaan bank sentral AS. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id