• Thu, Mar 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 March 2026 01:14  |

The Fed Tahan Suku Bunga, Masih Proyeksikan 1 Kali Pemangkasan di 2026

Pejabat Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan dan tetap memperkirakan satu kali pemangkasan tahun ini, sembari mengakui ketidakpastian meningkat akibat perang di Timur Tengah. Dalam pernyataan pasca-rapat pada Rabu (17/3), The Fed menilai dampak perkembangan Timur Tengah terhadap ekonomi AS masih belum jelas dan komite tetap waspada terhadap risiko pada dua sisi mandat gandanya: inflasi dan tenaga kerja.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan dengan suara 11–1 untuk menahan suku bunga federal funds di kisaran 3,5%–3,75%. Gubernur Stephen Miran menjadi pihak yang dissent, mengusulkan pemangkasan seperempat poin. Ini merupakan kali kedua berturut-turut Fed menahan suku bunga, meski latar ekonomi berubah cukup signifikan dibanding pertemuan sebelumnya.

Pada Januari, para pembuat kebijakan sempat memberi sinyal keyakinan bahwa tingkat pengangguran mulai stabil. Namun setelah itu, beberapa pejabat menekankan perlunya menahan suku bunga lebih lama untuk menurunkan inflasi. Situasi makin kompleks setelah laporan ketenagakerjaan Februari yang lemah memunculkan kembali keraguan mengenai ketahanan pasar tenaga kerja, sementara serangan AS–Israel ke Iran sejak 28 Februari mendorong harga minyak global naik tajam—menambah risiko inflasi sekaligus mengganggu pertumbuhan dan lapangan kerja.

Dalam pernyataan terbarunya, Fed menghapus frasa yang sebelumnya menyebut pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Sebagai gantinya, Fed mengatakan tingkat pengangguran “relatif tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir,” sebuah perubahan bahasa yang menegaskan komite melihat kondisi tenaga kerja belum cukup solid untuk menjadi dasar pelonggaran kebijakan agresif.

Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan memberikan konferensi pers pada pukul 14.30 waktu Washington. Pasar menunggu nada Powell untuk membaca apakah Fed akan lebih fokus pada risiko inflasi (lebih hawkish) atau mulai memberi ruang pada pelonggaran (lebih dovish), terutama di tengah shock energi akibat perang.

Investor sempat memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk 2026 akibat konflik, meski pricing pasar masih menunjukkan peluang satu kali penurunan hingga akhir tahun. Presiden Donald Trump pada Senin bahkan menyerukan pemangkasan suku bunga segera, menambah tekanan politis pada narasi kebijakan moneter.

Dalam proyeksi suku bunga terbaru, para pejabat tetap memperkirakan satu pemangkasan 25 bps pada 2026 dan satu pemangkasan lagi pada 2027. Tidak ada pembuat kebijakan yang mengindikasikan preferensi untuk menaikkan suku bunga tahun ini—menguatkan sinyal bahwa Fed melihat jalur kebijakan tetap mengarah ke pelonggaran bertahap, bukan pengetatan baru.

Pada proyeksi ekonomi, Fed sedikit menaikkan outlook pertumbuhan 2026 menjadi 2,4% dari 2,3% (proyeksi Desember), sementara proyeksi pengangguran akhir 2026 tetap 4,4%. Namun, Fed menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 2,7% dari 2,4%, dan bahkan inflasi inti (tanpa makanan & energi) juga diperkirakan naik ke 2,7%—sebuah sinyal bahwa tekanan harga dinilai lebih lengket dari perkiraan sebelumnya.

Secara umum, bank sentral biasanya tidak langsung merespons lonjakan harga energi dengan menaikkan suku bunga karena dampaknya cenderung sementara. Namun pendekatan itu bergantung pada keyakinan publik bahwa inflasi akan kembali ke target 2% dalam jangka panjang. Setelah lima tahun inflasi tinggi, sebagian pembuat kebijakan khawatir ekspektasi inflasi bisa merangkak naik, meski banyak indikator survei dan pasar masih terlihat relatif terkendali.

Selain isu kebijakan, Powell juga berpotensi mendapat pertanyaan mengenai perkembangan baru dalam investigasi Departemen Kehakiman AS terkait proyek renovasi gedung The Fed dan implikasinya terhadap transisi kepemimpinan tahun ini. Masa jabatan Powell sebagai ketua akan berakhir pada Mei dan Trump telah menominasikan mantan gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pengganti. Namun, seorang senator Republik kunci berjanji akan memblokir konfirmasi Warsh selama investigasi masih berjalan.

Pekan lalu, Ketua Hakim Distrik AS James Boasberg membatalkan subpoena DOJ yang menargetkan Powell dan The Fed, dengan alasan pemerintah tidak menunjukkan bukti yang cukup. Meski demikian, Jaksa AS Jeanine Pirro menyatakan akan mengajukan banding—membuat proses nominasi Warsh tetap berada dalam ketidakpastian.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

 

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai