• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 January 2026 21:30  |

Goolsbee Tegas: Inflasi No.1, Cut Nanti Dulu

Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, menegaskan fokus utama bank sentral AS saat ini tetap sama: menjinakkan inflasi dan menguncinya kembali ke target 2%. Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja justru mulai menunjukkan tanda stabil, sehingga perhatian bisa lebih terkonsentrasi pada urusan harga.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis (15/1), Goolsbee menyebut banyak pelaku usaha di wilayahnya masih mengeluhkan kenaikan biaya dan isu keterjangkauan. Ia menilai, selama tekanan harga belum benar-benar jinak, Fed tidak boleh “kehilangan pegangan” pada mandat inflasi.

Di sisi tenaga kerja, Goolsbee mengatakan kekhawatiran yang sebelumnya sempat muncul kini mereda. Menurutnya, ketidakpastian memang membuat perusahaan menahan laju perekrutan, tetapi belum terlihat gelombang PHK besar-besaran. Indikator di wilayah Chicago, kata dia, menunjukkan pasar kerja berada dalam kondisi cukup stabil—masih ada tenaga, dan pertumbuhan ekonomi belum kehilangan momentum secara drastis.

Pernyataan itu sejalan dengan sinyal dari sejumlah pejabat Fed lainnya yang belakangan condong mendukung sikap menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini. Inflasi memang sempat naik tipis, sementara tingkat pengangguran membaik menjadi sekitar 4,4% pada Desember dan inflasi tahunan CPI berada di sekitar 2,7%.

Dari sisi pasar, pelaku investor juga belum agresif memasang taruhan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat—banyak yang menilai peluang “cut” paling cepat baru menguat sekitar pertengahan tahun. Proyeksi terbaru Fed pun mengarah pada ruang pelonggaran yang terbatas, dengan ekspektasi penurunan yang tidak terlalu besar sepanjang 2026.

Goolsbee juga mengangkat isu sensitif: independensi The Fed. Ia mengulang peringatannya bahwa inflasi bisa “menggila lagi” jika bank sentral kehilangan kemandirian dalam mengambil kebijakan. Komentar ini muncul di tengah sorotan politik terhadap Fed, termasuk penyelidikan terkait biaya renovasi kantor pusat bank sentral di Washington—yang oleh Ketua Fed Jerome Powell disebut sebagai “dalih” untuk menekan kebijakan agar lebih longgar.

Meski begitu, Goolsbee menegaskan ia masih melihat peluang suku bunga bisa lebih rendah ke depan—asal ada bukti nyata inflasi benar-benar bergerak konsisten menuju target 2%. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai