• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 December 2025 13:15  |

CPI Dingin, Fed Langsung Pangkas Lagi?

Federal Reserve (The Fed) menilai data ekonomi terbaru memberi sinyal inflasi mulai mereda, tetapi bank sentral belum terlihat ingin terburu-buru menambah pemangkasan suku bunga. Sikap utamanya masih “tunggu kepastian”, karena satu rilis data saja belum cukup untuk mengubah arah kebijakan.

Perhatian pasar tertuju pada inflasi AS bulan November yang lebih rendah dari perkiraan, dengan CPI di 2,7% (yoy) dan core CPI di 2,6% (yoy). Angka ini membuat harapan penurunan suku bunga di tahun depan kembali menguat, karena tekanan harga terlihat melandai.

Namun, data inflasi kali ini juga tidak dianggap “sebersih” biasanya. Proses pengumpulan data sempat terdampak shutdown pemerintah, sehingga sebagian pelaku pasar menilai hasilnya perlu dikonfirmasi oleh rilis-rilis berikutnya sebelum dijadikan dasar keputusan besar.

Di rapat terakhirnya, The Fed sudah menurunkan suku bunga ke kisaran 3,50%–3,75%. Meski begitu, nada komunikasi The Fed tetap hati-hati, menekankan bahwa langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada konsistensi data inflasi dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.

Dari sisi tenaga kerja, data klaim pengangguran mingguan yang masih relatif rendah memberi sinyal ekonomi belum melemah tajam. Ini menjadi alasan lain bagi The Fed untuk tidak tergesa-gesa, karena pemangkasan terlalu cepat berisiko memicu inflasi kembali menguat.

Karena kombinasi data yang “campur” ini, pasar cenderung melihat peluang besar The Fed akan menahan suku bunga dulu pada pertemuan terdekat, sambil tetap membuka ruang pemangkasan jika tren inflasi yang lebih rendah benar-benar berlanjut dan aktivitas ekonomi mulai mendingin.

Kesimpulannya, The Fed kemungkinan melihat data terbaru sebagai dukungan untuk pelonggaran yang bertahap, bukan pemangkasan agresif. Fokus berikutnya akan tertuju pada rangkaian data lanjutan—terutama inflasi dan sinyal daya beli—untuk memastikan apakah “inflasi dingin” ini benar-benar tren, atau hanya jeda sementara.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai